Jumat, 14 Agustus 2015

Teknologi bagi Perempuan dan Anak di Masa Kini

Teknologi, sebuah kata yang sederhana namun penuh makna. Teknologi dalam bentuk barang dan jasa mengubah cara kita hidup. Dari gadget, social media dan yang terkini layanan pesan ojek via aplikasi. Di pikiran kita umumnya dunia teknologi didominasi oleh kaum pria, awalnya saya juga berpikir begitu. Namun saat saya berkesempatan untuk mengikuti acara diskusi di Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Saya mendapatkan sudut pandang yang berbeda. 
Ini foto saya di acara Serempak
.
Foto Saya di Acara


Di diskusi tersebut ada mas Adi Rahardi dari komunitas Robotic, yang berbagi tentang " Makers Movement". Mas Adi mengawali kisahnya dengan pengalamannya, dalam membangun usaha yang tidak mudah dan diperlukan skill leadership.


Mas Adi dari Komunitas Robotic
Makers Movement adalah sebuah gerakan dengan memperkenalkan, bagaimana membuat suatu produk dengan kreatif. Makers Movement dengan dua jenis:
1) High Techology : Robotic, Drone, 3D Printing
2) Low Techonolgy: Membuat Boneka Jari

Maker Movement juga pernah berpartisipasi di acara atamerica, juga bekerjasama bekerjasana dengan Indoestri, maker movement dengan berbagai kegiatan. Lewat Maker Movement, kita bisa membuat produk sendiri. Kita bisa tahu bagaimana membuat produk.

Namun kegiatan itu semua tidak lepas dari sebuah tujuan mulia, ada gerakan Makers Kids. Anak-anak diajarkan untuk membuat karya dengan kreatif. Tidak perlu bingung untuk, ada internet yang membantu mengajarkan anak-anak membuat karyannya. Ada website www.instrutables yang membantu anakn untuk berkreasi, lengkap dengan langkah-langkahnya.

Saat ini website yang memberikan informasi langkah demi langkah membuat suatu karya masih sedikit. Mas Adi menantang para blogger untuk membuat tulisan, berisi langkah-langkah membuat karya. Bekreativitas harus konsisten, tidak boleh sekedar karena lagi mood saja.

Mas Adi dari komunitas Robotic dengan penjelasannya tentang perlunya mempersipakan anak untuk membuat karya kreatif. Kini ada narasumber kedua bapak Robert Ab yang berbagi pengetahuan tentang "Marketing  Innovation". Mas Robert mengawal diskusi dengan berkenalan antar sesama peserta diskusi. Mas Robert AB adalah seorang dosen di Binus Business School.


Mas Robert AB

Ternyata ada maksud dari perkenalan sesama anggota dan mas Robert sendiri : Jika kita gagal memasarkan diri kita, maka kita sudah gagal dalam pemasaran. Pemasaran ada kaitan erat dengan inovasi. Kita pasti tahu teknologi yang kita nikmati saat ini ada karena adanya inovasi.
Mas Robert kembali bertanta pada peserta tentang definisi inovasi, ini beberapa definisi inovasi:

1)Menurut Peter Drucker dalam bisnis membutuhkan marketing dan invovasi.      

2) Menurut UNESCO inovasi memberikan perbaikan produk dan jasa.      

3) Menurut Kahn, inovasi adalah menciptakan ide, cara dan produk baru.    

Inovasi tidak selalu dalam hal produk, bisa inovasi dalam hal cara, marketing, organisasi dan sosial. Beberapa hasil karya dari teknologi dalam hal kita berkomunikasi, dulu pager menjadi sebuah teknologi utnuk berkomunikasi. Kini kita dengan smartphone bisa berkomunikasi dengan berbagai aplikasi. Dalam hal transportasi kini kita bisa menggunakan layanan pesan ojek online dan juga Uber.Dari teknologi yang kita nikmati sebagai produk inovasi. Inovasi memiliki nilai komersial dan kemasayarakatan. Terlebih dari sisi marketing inovasi harus memiliki nilai komersial.

Inovasi  bisa berupa dalm hal inovasi cara produksi dengan teknologi. Proses kerja yang tidak efisien, seperrti yang bisa dikerjakan dua orang menjadi empat orang.  Dengan tekologi kita bisa menjadi lebih efisien, semakin sederhana dan efisien, akan semakin murah dan cerdas. Terlebih bagi para pengusaha pemula inovasi akan sangat bermanfaat 

Pak Robert menuturkan bahwa jenis inovasi terbagi dua: Incremental dan radical.Dahulu ada Nokia dengan produk inovasi yang radikal namun selanjutnya dengan Incremental Nokia kurang berinovasi dan digantikan kini dengan Black Berry. Yahoo Messenger digantikan BBM. Di awal dengan radical dan pelan-pelan menjadi incremental. Saat tidak ada inovasi radikal, maka akan "ditinggalkan"  Penyakit para inovator, terjebak dengan inovasi increnental. Black Berry digantikan oleh Android. Play Store menjadi inovasi yang radical.  Keterbatasan aplikasi di Blackberry, di Android kita bisa mendownload banyak aplikasi. Pentingnya untuk selalu berinovasi (continius inovation)    

Tingkatan inovasi

1) Difussion
2)  new to the firm
3) new to market.      
4) New to the world
5) Disruptive Innovation, adalah inovasi yang mengorbankan inovasi yang ditemukan dahulu.   

Manfaat dari inovasi: Inovasi meningkatkan kualitas 64% dan menciptakan pasar yang baru sebesar 50% contohnya serabi dengan berbagai varian.Inovasi harus memiliki dampak ke peningkatan profit sebuah usaha, proses kerja yang dipotong bisa menghemat cost produksi. Contohnya: Gardu Tol Otomatis contoh inovasi yang memotong proses kerja.      

Ternyata tdak semua inovasi berhasil, 75% di antaranya gagal. 50-70% inovasi gagal karena tidak ada yang mau "membeli". Setiap inovasi harus memiliki tujuan yang jelas. Seorang inovator harus bisa mengkomunikasikan idenya ke orang lain.    


Bagaimana proses inovasi? Dari 3000 ide mungkin hanya satu ide yang berhasil. Pilih dan pilah ide yang bisa kita lakukan dan tidak. Inovasi bisa datang dari luar perusahaan. Mozilla dan Linux contoh perusahaan dengan inovasi dari luar. Perusahaan perlu merangkul konsumen untuk memberikan "feedback" bagi kemajuan usaha.      

Jadi, bagaimana mengukur inovasi?

1) Ada dampak pada finansial.      

Pastikan ada yang mau membeli hasil inovasi kita. Inovasi harus mau disaring oleh orang lain. Mana yang laku dan tidak laku.      

2) Inovator harus ada balancing dengan risk management. Inovasi ada di irisan antara ketidakpastian pasar, ketidak pastian teknologi dan kompetisi. Perlu ada saran dan masukan dari orang lain atas ide inovasi kita.

3) Defisikan propososi inovasi, piluh target market, bangun brand. Contoh inovasi yang kurang dapat respon yang baik: Lampu LED      

4) Jangan berhenti untuk berinovasi! Lakukan terus riset pasar. Bangun budaya inovasi, undang orang lain untuk memberikan koreksi pada kita. Terima masukan dari orang lain dengan fleksibel dan jangan kaku.      

Menarik pembahasan inovasi dari sisi marketing, jika mas Adi dengan karyannya tentu perlu inovasi dalam agar memiliki nilai komersial.

Saatnya break Sholat Jumat dan makan siang dulu. Setelah ini ada sesi tanya jawab. Ini makan siangnnya


Menu Makan Siang


Sebelum melanjutkan diskusi dengan sesi tanya jawab, ternyata untuk berkreasi dan berinovasi. Bagi anak-anak dan perempuan ada sebuiah portal bernama Serempak.Mba Ani Berta memperkenalkan sebuah situs bernama Serempak.

Mba Ani Berta Memperkenalkan Serempak

Serempak adalah pertal pemberdataan perempuan dan anak. yang difasilitasi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Di Serempak kita bisa ikut berkarya, di website http://www.serempak.or.id. Ini dia tampilan website Serempak

Tampilan Website Serempak

Dari sesi tanya jawab peserta dengan mas Adi dan mas Robert ada beberapa poin penting:

-Maker Movement pada umumnya dilabeli dengan laki-laki, Perempuan dan anak-anak juga bisa berpartisipasi.  Anak-anak perlu kita pupuk kreativitasnya. Kreativitas dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya keluarga.      

-Inovatif dimulai dari kreativitas. Mulai timulus kreativitas dengan hal sederhana, misalnya pakai jam tangan yang berbeda. Inovasi harus terus berkelanjutan, jangan sampai bernasib seperti Kodak. Pembunuh industri fotografi adalah smartphone yang saat ini kita gunakan. Kadang oragansi pimpinan "membunuh" kreativitas karyawan.    

-See what unseen, lihat yang tidak terlihat orang lain. Contohnya ide dari Maker Movement: mesin cuci pintar. Ada notifikasi saat selesai dicuci. Kulkas pintar, saat ada bahan makanan yang habis bisa langsung memesan. Keren      

-Keterbatasan menciptakan kreativitas, kamera lubang jarum bisa ternyata dikolaborasikan dengan drone .      
-Kalau bisnis gak untung namanya yayasan. Perhitungkan cost dari inovasi, pastikan ada profitnya.      
Reply RT Favorite

-Orang yang hebat bukan orang yang independen, tapi yang bisa menciptakan ketergangtungan. Dengan kolaborasi kita bisa menekan cost produksi.         

Selesai diskusi dengan mas Adi, Mas Robert dan rekan-rekan peserta dari blogger dan komunitas Robotic berfoto bersama.

Foto Bersama Peserta yang Hadir
  
Terima kasih Serempak dan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak atas acara yang sanagt inspiratif. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar