Jumat, 20 November 2015

Sejenak Lebih Dekat dengan Ditjen Bea Cukai

Beberapa waktu yang lalu heboh berita pak presiden  Joko Widodo di Pelabuhan Tanjung Priok. Terkait Dwelling Time yang cukup lama. Sejak itu saya menaruh perhatian pada aktivitas di Pelabuhan Tanjung Priok. Entah suatu kebetulan atau rencana Tuhan, saya berkesempatan mengunjungi kantor Direktorat Bea dan Cukai Tanjung Priok.

Pemaparan Data dan Fakta



Tanjung Priok menjadi "pintu masuk" bagi 70% barangbimpor yang akan masuk ke Indonesia. Tentu saja peran Pelabuhan Tanjung Priok sangat penting. Apa kali ada rumor dan citra buruk di Bea dan Cukai. Saya diberitahu perkembangan di Bea Cukai sampai saat ini.


Sudah ada perbaikan-perbaikan yang dilakukan. Dengan detrail dipaparkan data yang penting tentang fungsi bea cukai, waktu dwelling time, dan anti korupsi di Ditjen Bea Cukai. Slogan "Tolak, Catat, dan Laporkan" sudah dicananhkan dan dilaksankan oleh Ditjen Bea dan Cukai. Saya senang ternyata sudah ada perbaikan dan perkembangan di Bea Cukai. Di samping juga dengan pegawai di Bea dan Cukai yang tidak menerima gratifikasi.

Selepas pemaparan data dan fakta, saya berkesempatan menaiki kapal patroli Ditjen Bea Cukai. Keceriaan dan keseruan blogger di kapal patrol Ditjen Bea Cukai.  Saat di dalam saya mendengar kisah, sekali patrol bias 2-4 minggu di lautan. Ya, para PNS di Ditjen Bea dan Cukai dengan senang hati bekerja. Bayangkan jika tidak ada patrol, bisa banyak terjadi penyelundupan barang impor illegal.

Air Softgun Sitaan Ditjen Bea dan Cukai

Terumbu Karang dan Kepala Patung Sitaan Ditjen Bea dan Cukai


Seperti ini contoh barang illegal hasil sitaan di kantor Ditjen Bea dan Cukai Tanjung Priol, ada berbagai jenis mineral dan batuan. Tak luput juga senjata air softgun juga menjadi barang sitaan Ditjen Be Cukai. Tentunya ita patut mengapresiasi setiap kerja rekan-rekan di Ditjen Bea dan Cukai.

Foto Bersama dengan Pegawai Ditjen Bea Cukai

Dalam perjalanan saya melihat proses reklamasi Pelabuhan New Tanjung Priok, proyek PT Pelindo 2. Selain itu juga sudah nampak pelabuhan  di atas air. Selesai berkeliling diakhiri dengan berfoto bersama rekan-rekan blogger dan Ditjen Bea dan Cukai.


Proses HI-Co Scan Bea Cukai

Belum selesai perjalanan kami, kami mengujungi tempat pemeriksaan barang impor. Tentu saja demi keamanan diadakan pemeriksaan, apakah isi barang dan yang tertulis di dokumen sama. Seperti ini prosesnya. Serba otomatis dan kita bisa mengetahui isi container. Dengan bantuan X-Ray yang disebut teknologi di Hi-Co Scanning. Kekuatannya seratus kali dari kekuatan X-Ray pada rontgen.

Dan kunjungan kami di akhiri dengan melihat pelayanan di kantor Bea Cukai untuk pengurusan dokumen impor. Tidak sulit ternyata untuk melakukan impor asalkan semua dokumen sudah dilengkapi oleh importir.

Pelayanan Dokumen di DItjen Bea Cukai

Terima kasih Direktorat Jendaral Bea dan Cukai, Kementrian Keuangan yang memberikan kesempatan. Sehingga saya mengenal dekat, bukan semata dari katanya dan media semata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar