Senin, 15 Februari 2016

Kisah dibalik "Kegaduhan" Telkom di Media Sosial ?

Beberapa minggu terakhir, saya mengamati percakapan di media sosial. Telkom menjadi bahan pembicaraan para pengguna media sosial. Saya awalnya membiarkan, namun semakin banyak berita yang kelauar tentang Telkom dengan isi berita yang kurang baik. Saya sendiri bukan pengguna layanan Indihome, saya hanya sesekali menggunakan fasilitas wifi.id yang disediakan Telkom.

Saya tentu tidak mau sepenuhnya percaya, dengan berita yang beredar dan pembicaraan di media sosial yang masih "katanya". Saya percaya dibalik berita Telkom memblokir Netflix dan penerapan FUP, ada sebuah penjelasan.

Akhirnya saya bersama beberapa blogger dan jurnalis, berkesempatan berdiskusi dengan pak Jemy Confido (Vice President Consumer Marketing and Sales Telkom). Diawali dengan perbicangan Netflix dengan pak Jemy, penjelasan pemblokiran Netflix.

A. Netflix

Telkom melakukan pemblokiran dikarenakan Netflix, sampai saat ini belum memiliki kantor dan ijin usaha di Indonesia. Ada potensi pendapatan negara dari beroperasinya Netflix di Indonesia. Pak Jemy menjelaskan ternyata sudah ada  layanan yang serupa dengan Netflix, namun sudah melakukan pelaporan dan pengurusan ijin di Indonesia. Demikian juga di negara lain Netflix pun bekerjasama dengan perusahaan telekomunikasi setempat.




Selain itu Netflix akan membebani bandwidth internasional ke depannya. Sebagai upaya antisipasi, maka dilakukan pemblokiran. Pihak Telkom tentu yang menanggung, ketersediaan layanan internet dengan bandwidth internasional. Nantinya akan berimbas kepada penurunan kualitas layanan internet.

 Telkom ingin terus berusaha memberikan layanan terbaik kepada pelanggan. Dengan beban bandwitdh internasional, maka bisa mengurangi kualitas layanan yang diterima pelanggan. Telkom juga mengharapkan akan adanya tayangan lokal di Netflix. Namun pihak Telkom sangat terbuka, jika nantinya pihak Netflix ingin berkomunikasi dan melakukan kerjasama. (Sumber Gambar)

B. FUP (Fair Usage Policy)

Telkom mengeluarkan kebijakan FUP dengan pembatan penggunaan hingga 300GB kemudian kecepatan disesuaikan. Menurut pak Jemy hanya sebagian kecil pengguna Indihome, dengan penggunaan internet lebih dari 300GB.  (Tiba-tiba saya terpikir 300GB dihabiskan untuk apa saja ya dalam sebulan?)





Ternyata ada pengguna yang melakukan penggunaan hingga 10.000 GB per bulan, atas dasar itu pihak Telkom mengambil kebijakan pemberlakuan FUP. Namun Telkom akan melihat keadaan dan dimungkinkan perubahan kebijakan. ( Sumber Gambar )


C. Berhenti Langganan Indihome, Telepon Rumah Diputus

Indihome dihadirkan dengan layanan bundling (Triple Play) tiga layanan antara telepon rumah, TV kabel, dan internet. Dikarenakan jaringan telepon rumah mamanfaatkan jaringan fiber optik, saat layanan "bundling" dihentikan maka seluruh layanan termasik telepon rumah akan ikut terputus.

Telkom dalam waktu dekat akan menyediakan alat tambahan pada telepon rumah, bagi pelanggan Indihome yang berhenti berlanggan. Sehingga lpelanggan tetap dapat menikmati layanan telepon rumah. Namun tentu saja layanan satuan dan layanan bundling harganya akan berbeda.





Selain itu pak Jemy juga menjelaskan, rencana alat tambahan pada telepon rumah.sehingga saat listrik mati, saluran telepon rumah masih bisa menyala.

Pak Jemy menjelaskan pihak Telkom akan terus melakukan perbaikan layanan pelanggan. Ke depannya akan semakin banyak channel, yang bisa digunakan pelanggan untuk berinteraksi terkait dengan layanan Telkom. ( Sumber Gambar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar