Kamis, 05 Mei 2016

Perkebunan Indonesia, Kini dan Nanti

Perkebunan salah satu industri yang berkontribusi dalam perekonomian masyarakat. Namun ternyata kontribusi berupa pertumbuhan ekonomi tidak berbanding lurus dengan "kebebasan" kegiatan masyakat.

Lewat buku Perkebunan Pemerdekaan Indonesia kita diajak sejenak melihat sisi industri perkebunan dari sisi lain. Buku buah pemikiran Prof.Dr.Ir. Agus Pakpahan, APU patut untuk kita cermati.

Berlangsung peluncuran buku Perkebunan Pemerdekaan Indonesia di Menara 165, Jakarta Selatan pada Selasa, 3 Mei 2016. Saya senang bisa hadir dalam peluncuran buku dan diskusi.

Ditandai dengan penyerahan buku Perkebunan Pemerdekaan Indonesia kepada berbagai pihak, menandai resminya peluncuran buku.


Bekerjasama dengan Media Perkebunan buku Perkebunan Pemerdekaan Indonesia terbit. Buku setebal 157 halaman yang ditulis dalam beragam bab sejak tahun 2013 hingga 2016.

Dalam diskusi berlangsung diskusi lahan pertanian yang semakin sedikit dan hasil perkebunan Indonesia yang saat ini dinilai kurang dimaksimalkan daripada negara tetangga. Saat diskusi berlangsung, mengajak saya melihat "wajah lain" keadaan pertanian dan perkebunan di Indonesia.



Seiring dengan berjalannya waktu lahan pertanian semakin berkurang, tergantikan oleh industri. Pergeseran kategori ke industri bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun sayangnya tanah hanya diciptakan satu kali.

Kita sekedar bergantung pada lahan, namun pemanfaatan teknologi untuk hasil pertanian yang lebih baik. Serba otomatis dan tersistem seperti pertanian di luar negeri.

Keterbatasan lahan pertanian bisa ditanggulangi dengan teknologi pertanian. Kondisi kini biarlah terjadi, kondisi nanti bisa kita atasi dengan solusi yang terbaik bagi Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar