Kamis, 25 Agustus 2016

7 Manfaat Layanan Fintech yang Patut Kamu Ketahui


Fintech atau financial technology di Indonesia, kini menjadi kategori terbesar kedua dalam hal bisnis digital. Peringkat pertama adalah bisnis e-commerce. Namun ketika mendengar kata fintech yang terlintas adalah fasilitas pembayaran. Tentu tidak salah, namun fintech tidak hanya berhubungan dengan pembayaran. Ada cakupan yang lebih luas daripada sekedar pembayaran. 

Fintech dalam artian luas adalah seluruh bisnis digital yang menyangkut uang.  Pemain di industri Fintech di Indonesia, bukan hanya perusahaan jasa keuangan, namun juga perusahaan non jasa keuangan. Siapa sajakah pemain di bisnis fintech di Indonesia, saya merangkumnya menjadi tujuh manfaIat dan kemudahan dari fintech:


1. Mendorong Inklusi Keuangan Masyarakat Unbanked

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki program Laku Pandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif). Beberapa bank sudah berpatisipasi dalam program Laku Pandai OJK. Salah satunya adalah Bank BTPN dengan layanan BTPN Wow.


BTPN Wow adalah layanan perbankan yang memanfaatkan telepon genggam/ponsel dan didukung jasa agen sebagai perpanjangan tangan bank.

Dengan layanan pembukaan rekening, tarik, setor tanpa biaya pulsamelalui agen. Menggunakan layanan unstructured supplementary service data (USSD)di ponsel berbasis GSM. Masyarakat yang belum memiliki rekening di bank dan akses keuangan bisa dilayani oleh agen. Jumlah agen BTPN Wow hingga kini sudah memiliki 35.000 agen dengan total nasabah 700.000.

Dengan layanan fintech dari bank yang memanfaatkan USSD di ponsel berbasis GSM. Ada 700.000 nasabah yang mendapatkan akses keuangan. Menurut data World Bank, Global Financial Inclusion Index pada tahun 2014,hanya 36% orang Ide dewasa di Indonesia yang memiliki rekening.



Tak hanya Bank BTPN, baik lainnya memiliki layanan serupa. Sentuhan fintech di bisnis perbankan menghasilkan pertambahan nasabah dan disertai mendorong inklusi keuangan sesuai program OJK.

2. Kemudahan Masyarakat Perkotaan untuk Membuka Rekening

Layanan Fintech di bidang perbankan, bukan “monopoli” masyarakat yang tidak memiliki akses pada layanan keuangan. Masyarakat bisa memiliki akses keuangan, namun dengan padatnya kegiatan harian dan pekerjaan. Masyarakat tidak memiliki waktu untuk ke bank di hari dan jam buka kantor cabang bank.
Kehadiran fintech di bidang perbankan memberikan kemudahan untuk melakukan pembukaan rekening. 

Kini ada layanan fintech yang lebih "high tech" dari Bank BTPN, pembukaan rekening tanpa harus datang ke cabang. Bank BTPN memiliki layanan aplikasi bernama Jenius. Cukup mengunduh aplikasi di Google Play Store ataupun Apps Store. Kemudiana mengisi data-data pribadi, tinggal memfoto KTP, NPWP, contoh tanda tangan, dan berfoto sambil memegang KTP. Setelah semua data dan dokumen dilengkapi, rekening bank Jenius sudah selesai diproses . Proses penerimaan kartu ATM dikirimkan ke alamat yang diinginkan nasabah.



Saat ini layanan pembukaan rekening masih terbatas pada daerah tertentu saja. Namun seiring perkembangan fintech perbankan, memungkinkan perluasan area pelayanan  Tentunya layanan fintech, juga tetap mematuhi  peraturan OJK tentang Know Your Customer (KYC) dan simpanan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan(LPS). Sehingga masyarakat merasa aman karena uang yang ada di bank terjamin keamananya.

3. Kemudahan Memilih Produk Keuangan Sesuai Kebutuhan

Bank saat ini memiliki banyak produk baik dari produk tabungan, kartu kredit, Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), dan KTA (Kredit Tanpa Agunan). Dengan banyaknya produk yang dimiliki bank, nasabah harus pintar memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan. Untuk mengetahui produk yang sesuai dengan kebutuhan, bisa saja dengan melihat informasi di website bank. Namun tetap saja kadang nasabah bingung di antara banyaknya pilihan produk bank.

Fintech tidak hanya dimanfaatkan oleh bank. Perusahaan rintisan (startup)di bidang teknologi,melihat ada peluang bisnis yang potensial namun belum digarap dengan baik oleh bank. Website yang menyediakan infromasi, juga perbandingan antara produk bank yang satu dengan yang lain. 




Website CekAja.com contoh perusahaan startup yang menyediaka layanan tersebut. Ingin memiliki kartu kartu  kredit, tinggal memilih beberapa pilihan di website dan akan tampil hasil kartu kredit yang sesuai dengan kebutuhan. Bahkan bisa melakukan pengajuan aplikasi kartu kredit. CekAja tentunya bekerjasama dengan bank, setiap pengajuan dari masyarakat adalah imbalan atas hal tersebut. Bank mendapatkan nasabah baru, nasabah mendapatkan produk yang sesuai kebutuhan, dan CekAja sebagai bisnis fintech mendapatkan keuntungan.


4. Kemudahan Melakukan Investasi 

Tak hanya produk perbankan yang menjadi potensi bisnis fintech. Bidang investasi menjadi peluang yang potensial bagi startup fintech. Bareksa perusahaan startup fintech di bidang investasi reksa dana secara online. Dengan keunikan adanya data market, alat investasi, berita dan analisis yang membedakannya dari perusahaan sejenis. 



Tentu untuk mendapatkan fitur unik tersebut, ada biaya berlangganan yang dibayarkan. Namun dengan data market, alat investasi, berita dan analisis pengambilan keputusan investasi reksa dana bisa lebih baik karena berdasarkan pada data. Bareksa memudahkan masyarakat berinvestasi reksa dana dengan keputusan yang benar.

5. Kemudahan Melakukan Donasi

Fintech tidak saja selaku berhubungan dengan hal komersial saja. Ada perusahaan fintech dengan semangat wirausaha social (social entrepreneur) di bidang penggalangan dana (crowdfunding) dari masyarakat.

Hasil dari dana yang terkumpul digunakan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan sejak awal. Bisa untuk donasi kepada orang yang membutuhkan, bisa jadi proyek komersial, dan kegiatan lainnya yang menyangkut kehidupan masyarakat banyak.



Di  Indonesia salah satu contoh fintech bidang crowdfunding adalah kitabisa.com. Lewat kitabisa.com masyarakat bisa membuat campaign dan berdonasi. Untuk setiap donasi yang terkumpul, kitabisa.com mengenakan biaya administrasi 5%. Pengecualian untuk kategori bantuan medis (2,5%, bencana alam (0%), khusus Zakat ke Lembaga Amil Zakat (0%).

Di satu sisi masyarakat bisa ikut berkontribusi lewat donasi dan membuat campaign donasi. Kitabisa.com sebagai social enterprise bisa tetap menjalankan bisnis secara berkelanjutan.

6. Kemudahan Pembayaran

Masyarakat saat ini saat berbelanja dimudahkan untuk melakukan pembayaran secara non tunai. Tak perlu repot untuk membawa uang tunai dalam jumlah besar. Salah satu platform pembayaran adalah EDC (Electronic Data Capture), tidak hanya melakukan pembayaran dengan kartu. Cara lain pembayaran seperti dengan NFC (Near Field Communication) dan Pay by QR Code saat ini menjadi alternatif pilihan.

Penyedia jasa pembayaran yang digunakan di EDC tidak hanya bank, namun juga operator telekomunikasi. Untuk mendukung berbagai alternatif pilihan pembayaran, fasilitas EDC juga harus tersedia untuk menerima berbagai pilihan pembayaran.

Salah satu perusahaan fintech di bidang platform tersebut adalah Kartuku. Dengan layanan EDC yang mengakomodir berbagai pilihan pembayaran, kartu debit, kartu kredit, NFC, Pay by QR Code dan pilihan lainnya yang berkembang. 

Tak hanya melakukan transaksi pembayaran. Kini bahkan untuk melakukan donasi dengan Pay by QR Code. Bayangkan dengan kemudahan transaksi pembayaran lewat platform yang melayani berbagai pilihan pembayaran.



Tak hanya pembayaran di outlet fisik, dalam berbelanja secara onlin. Ada perusahaan startup fintech di bidang  jasa pembayaran online, seperti Doku. Lewat Doku masyarakat bisa melakukan pembayaran di merchant yang bekerjsama dengan Doku.




Terutama bagi masyarakat yang belum memiliki kartu kredit. Di merchant seperti Ali Express Indonesia, selain pembayaran dengan kartu kredit hanya menerima pembayaran dengan Doku Wallet. Dengan layanan Doku Wallet, masyarakat dengan mudah melakukan pembayaran belanja online dengan mudah.


7. Kemudahan Pengelolaan Keuangan

Fintech di bidang pengelolaan keuangan saat ini sangat membantu masyarakat. Untuk pengelolaan keuangan pribadi, terlebih untuhkmengatasi penyakit “tanggal tua” Startup fintech di bidang pengelolaan keuangan seperti Jojonomics yang menyediakan layanan pengelolaan keuangan pribadi dan pencatatan pengeluaran untuk keperluan klaim.

Aplikasi Jojo Personal Finance membantu untuk mencatata pengeluaran dan pendapataan kita untuk berbagai kategori, seperti makanan, belanja, transportasi dan keperluan lainnya.
Bagi perusahaan ada fintech yang membantu proses perhitungan ,penyetoran dan pelaporan pajak perusahaan bernama OnlinePajak.com. Layanan dari satu website untuk kemudahan pelaporan bagi perusahaan secara gratis.  Pengelolaan keuangan secara pribadi dan perusahaan terbantu dengan adanya fintech.



Fintech baik di dunia perbankan ataupun di perusahaan bukan jasa keuangan, sangat membantu masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar