Selasa, 23 Agustus 2016

Dua Buku Strategi Jitu, Mesin Uang Properti Karya Cipto Junaedy

Memiliki properti dalam bentuk rumah dan ruko, siapa yang tidak ingin memilikinya? Namun harga properti cukup besar, terpikir oleh orang banyak untuk membeli properti satu-satu caranya lewat pinjaman bank. Kalau membayar tunai properti tidak punya uangnya. Beragam pemikiran dan opini, yang benar saja. Beli rumah tanpa utang, mana bisa?

Namun pemikiran itu ternyata salah. Saya menghadiri acara peluncuran buku terbaru bapak Cipto Junaedy, betapa terkejutnya saya akan pernyataan yang pak Cipto sampaikan. Bukannya tidak masuk akal, namun akalnya yang belum masuk? Saya mendengarkan penjelasan pak Cipto sepanjang acara peluncuran buku berlangsung.



Jam 14.00 di Gramedia Central Park dipadati orang pengunjung yang ikut penasaran, bagaimana caranya membeli rumah tanpa utang? Pak Cipto mengawali penjelasan bagian kutipan dari Buku Strategi B25, keteladanan orang tua kepada anak. Saat orang menasehati anaknya, anak tak semata-mata menurutinya. Anak akan meniru orang tuanya. Saat orang tua mengajarkan anak agar tidak berhutang, namun orang tua berhutang. Kira-kira mana yang akan diikuti anak?

Keteladanan itu juga pak Cipto paparkan bagi kami semua peserta, melihat pejabat dan kepala daerah pak Cipto menyarankan kita memperhatikan rasio hutang mereka. Jika rasionya lebih dari 30% tidak baik dipilih, karena mengurus hutang sendiri belum bisa apalagi memimpin.

Memiliki rumah sebanyak jumlah anak, kalau anaknya dua harus punya tiga rumah. Saya merasa “jleb” saat pak Cipto menyatakan “Membeli Rumah untuk Ibunda”. Langsung saya terpikir, uang muka dan cicilannya. Langsung disentil saat membaca buku pak Cipto. Jangan “merendahkan diri sendiri” dengan berkata tidak bisa. Hidup kita lebih besar dari dompet dan rekening kita.

Pak Cipto tak hanya sekedar berbicara, namun untuk suatu tujuan agar Indonesia Bebas dari Utang. Dalam peluncuran buku “Strategi B25” dan “Kata-Kata Lecutan Harian Hadir juga murid-murid pak Cipto Junaedy yang turut bercerita secara singkat mengenai aset properti yang dimiliki setelah di gembleng oleh beliau.


Pak Cipto telah membantu banyak orang dari berbagai latar belakang, mulai dari karyawan salah satu dept. Store, ibu rumah tangga, anak muda dan lain sebagainya melalui strategi yang beliau ajarkan. Dengan hadirnya pak Cipto dan murid-muridnya membuat saya yakin, membeli rumah tanpa utang adalah masuk akal. Bagaimana caranya?



Ada caranya di buku “Strategi B25”, buku setebal 192 halaman dengan lima bagian yang menarik. Ditambah buku “Kata-Kata Lecutan Harian”  yang menyentil pembacanya untuk bergerak dan mencoba.
Seusai acara peluncuran buku para undangan dan rekan-rekan blogger diberikan kesempatan berbincang dengan pak Cipto dan murid-muridnya.  Sebuah kesempatan yang tak kami lewatkan. Saat berbincang saya antusias, mendengar pak Cipto memperkenalkan murid-muridnya.


Ya, mereka bukti nyata, bahwa membeli rumah tanpa utang adalah mungkin dan masuk akal. Jadi tak ada keraguan untuk membaca dan mempraktekan isi buku karya pak Cipto Junaedy.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar