Senin, 03 Oktober 2016

Pangguna Software Bajakan dan Counterfeit Software? Kamu Wajib Tahu Hal-Hal Ini

Akun media sosial adalah salah satu aset berharga, banyak kasus akun media sosial diambil alih ("dihack) oleh pihak lain. Sehingga kita tidak mengakses akun media sosial kita, tentu bisa saja kita meminta akses kepada pihak perusahaan media sosial. Tentunya perlu waktu dan usaha yang tidak mudah uintuk mendapatkan akun media sosial yang "dihack".

Tak hanya akun media sosial, data-data penting lainnya seperti akses ke rekening di bank tercuri. Bukan satu atau dua kali kasus pembobolan rekening bank, akibat ketidaktahuan nasabah bank datanya tercuri. Tentu saja banyak sekali faktor yang menjadi penyebabnya, Bisa jadi penggunaan counterfeit software dan software bajakan menjadi salah satu penyebabnya.

Counterfeit software adalah software yang sebenarnya asli, namun dalam penggunaan digunakan sesuai ketentuan. Misalnya software yang lisensinya untuk satu perangkat, namun digunakan untuk banyak perangkat. Bisa dibilang conterfeit software, software yang asli tapi palsu. Sedangkan software bajakan yang memang software palsu.

Microsoft bersama dengan Masyarakat Indonesia Anti-Pemalsuan memberitahukan bahaya penggunaan counterfeit software.Perwakilan dari Microsoft Indonesia pak Sudimin dan pak Justisiari dari Masyarakat Indonesia Anti-Pemalsuan memberikan edukasi bahaya penggunaan counterfeit software.

Talkshow Bahaya Counterfait Software

Counterfeit software mengandung virus malmware berbahaya yang merusah data-data penting, mencuri data-data perbankan, mencuri data-data penting, dan juga bisa menyalakan webcam dari jarak jauh tanpa sepengetahuan pengguna. Salah satu penyiar dan presenter, mas Farhan hadir dan berbagi cerita hilangnya data-data penting. Ketidaktahuannya akan bahaya penggunaan counterfeit software menjadi penyebabnya.

Fakta yang mengejutkan saya, bahwa Indonesia menjadi peringkat ketiga sebagai korban malware dan peringkat kedua sebagai pelaku malware di dunia. Penggunaan softaware counterfeit pada tahun 2014 sebesar 33,5% dan software bajakan sebesar 80% di Indonesia. Microsoft sudah memberikan edukasi bahaya counterfeit software di 33 bandara bekerjasama dengan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).





Microsoft Indopnesia lewat website cariyangori.com memberikan edukasi dan informasi tentang bahaya Counterfeit software. Cara mendapatkan software yang asli bisa ditemukan di website cariyangori.com. Penggunaan Counterfeit software juga tidak dibenarkan untuk alasan pendidikan. Sekolah ternyata bisa memperoleh software dengan gratis, cukup melakukan pengajuan ke Microsoft

Tidak ada komentar:

Posting Komentar