Jumat, 18 November 2016

Wujudkan Nawacita lewat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Pembangunan infastruktur menjadi salah satu bagian dari Program Kabinet Kerja. Kegiatan pembangunan di Indonesia berkembang pesat, namun ada yang menarik perhatian saya. Saat melewati pengerjaan proyek Mass Rapid Trans (MRT) di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat. Terpampang tulisan "Safety First" di crane yang ada di area proyek.

Pengerjaan Proyek MRT di Jakarta
Saya terpikir seberapa besar makna "Safety First", dalam pelaksanaan sebuah proyek pembangunan. Timbul rasa ingin tahun, seperti apa manfaat K3. Terutana manfaat dalam pembangunan infrastruktur sesuai nawacita presiden Joko Widodo.

Tak lama saya mengetahui, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengadakan acara seminar. Tema seminar tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Saya mendaftarkan diri dan datang ke acara tersebut.

Bertempat di Ruang Merak 1, Jakarta Convention Center pada pukul 13.00 berlangsung seminar. Acara ini termasuk dalam rangkaian acara Indonesia Infrastructir Week 2016. Diawali dengan pengenalan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) oleh Dr.Ir. Darda Daraba, M.Si (Direktur Bina Penyelengaraan Jasa Konstruksi).


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat turut pada tahun 2009, sudah mengeluarkan Pakat Komitmen Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Berisikan lima butir pedoman pelaksanaan SMK3, ditindaklanjuti dengan adanya dua aturan : Peraturan Menteri Perumahan Rakyat No.5/PRT/M/2014 tentang Pedoman SMK3 Konstruksi bidang PU dan Surat Edaran Menteri PU No.66/SE/M/2015 tentang Biaya Penyelenggaraan SMK3.

Dengan adanya pelaksanaan K3 dan pedoman SMK3 maka, kejadian kecelakaan kerja bisa diminimalisir. Bahkan ditargetkan tidak terjadi kecelakaan (zero accident). Dengan tidak terjadinya kecelakaan kerja, proses pelaksanaan proyek bisa berjalan tepat waktu dan biayanya yang dikeluarkan tidak bertambah.

Ternyata besaran biaya kerugian akibat kecelakaan kerja mencapai 4% dari Pendapatan Per Kapita Indonesia pada tahun 2013. Tentu saja penanganan kecelakaan kerja sudah turut diatur, pekerja proyek konstruksi sudah menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan.

Kecelakaan kerja bisa saja terjadi karena berbagai faktor, seperti:

1) Perilaku Tidak Aman (Unsafety Action), contohnya:

- Tidak melakukan prosedur kerja dengan baik.
- Mengerjakan pekerjaan tidak sesuai dengan keterampilan..
- Bekerja sambil bercanda dan bersenda gurau.
- Membuang sampah sembarangan.

2) Keadaan Tidak Aman (Unsafety Condition)

- Alat pelindung diri tidak sesuai standar.
- Kebisingan di tempat kerja.
-Tempat kerja tidak memenuhi standar keselamatan dan kesehatan kerja.

Seperti apa tata cara penerapannya K3 oleh perusahaan. Ir. Lazaurdi Nurdi (Ketua Umum Asosiasi Ahli K3 Kontruksi Indonesia) menjelaskan ada tiga komponen penerapan K3:

1. Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kontrak (RK3K) atau biasa dikenal dengan istilah "Safety Plan".

RK3K adalah dokumen lengkap rencana penyelenggaraan SMK3 Konstruksi Bidang PU dan merupakan satu kesatuan dengan dokumen kontrak suatu pekerjaan konstruksi. Yang dibuat oleh Penyedia Jasa dan disetujui oleh Pengguna Jasa, untuk selanjutnya dijadikan sebagai sarana interaksi antara Penyedia Jasa dengan Pengguna Jasa dalam penyelenggaraan SMK3 Konstruksi Bidang PU.

Tujuan dari adanya RK3K untuk mengidentifikasi masalah keamanan, potensi bahaya dan tingkat resiko suatu pekerjaan proyek konstruksi.

2. Biaya K3, biaya dibutuhkan untuk pelaksanaan K3

3. Ahli/Petugas K3 ( Tenaga teknis yang mempunyai kompetensi khusus di bidang K3 Konstruksi. Yang sudah dilatih dalam kurun waktu tertentu).

Sehingga ternyata RK3K menjadi salah satu syarat dokumen untuk pelaksanaan proyek konstruksi. Dokumen RK3K dibuat dua jenis: RK3K Penawaran dan RK3K Pelaksanaan.

Pelaksanaan K3 dalam pengerjaan proyek konstruksi, berdampak secara ekonomi baik perusahaan dan pekerja. Pelaksanaan K3 harus dimulai dari diri pekerja itu sendiri.

Mengubah perilaku dan kebiasaan saat bekerja harus menjadi bagian dari budaya kerja. Tidak bercanda saat bekerja dan mengikuti peraturan kerja, menjadi langkah awal mencegah terjadinya kecelakaan kerja.

Sehingga lewat pelaksanaan K3, nawacita presiden Joko Widodo dapat terlaksana sesuai rencana. Pembangunan infrastruktur terlaksana dengan tetap memperhatikan K3.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar