Jumat, 24 Maret 2017

Menelusuri Terowongan MRT Jakarta di Setiabudi

Mass Rapid Transit (MRT) menjadi alteratif bagi masyarakat yang berkegiatan di Jakarta. MRT menjadi transportasi dengan tujuan agar, pengguna kendaraan pribadi berpindah menggunakan kendaraan umum.

Memang sudah ada KRL Commuter Line dan Transjakarta, namun semakin tingginya produktivitas masyarakat kebutuhan untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya menjadi hal penting.

Saya berkesempatan untuk mengujungi area pengerjaan proyek MRT Jakarta di daerah Setiabudi. Untuk menuju area proyek, saya dan rekan-rekan lainnya dipandu staf MRT Jakarta menyebrang dari Mid Plaza menuju ke tengah jalan area proyek. Melewati pos penjagaan dan berjalan menuju tangga ke terowongan bawah tanah MRT.


Dengan menggunakan sepatu sneaker, helm dan jaket proyek saya menuruni tangga demi tangga. Sampailah kami di area proyek. Selama 24 jam pekerja-pekerja, giat menyelesaikan berbagai bagian.



Saat berjalan berkeliling, saya mengamati pekerja yang sedang melakukan penjelasan. Percikan api tampak saat pekerja mengelas, tentunya  pekerja dengan lengkap menggunakan perlengkapan keselamatan kerja. Proses pengeboran menggunakan Bor Antareja, hampir selesai dilakukan di Stasiun MRT Setiabudi.


Kami menelusuri terowongan seraya diberikan penjelasan tentang MRT. Saat ini sedang berlangsung pengerjaan MRT fase pertama, Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia. Diperkirakan prosea pengerjaan akan selesai pada akhir 2018 dan mulai beroperasi secara komersial. Sayapun tak sabar menantikan MRT Jakarta resmi beroperasi.



Dalam sekali angkut MRT Jakarta bisa membawa 1.200 orang. Satu rangkaian akan memiliki enak kereta, satu kereta dalam membawa 200 orang. Setiap lima menit rangkaian kereta akan berhenti di tiap-tiap stasiun MRT. Jadi tak perlu berebut untuk masuk saat penuh, tinggal menunggu rangkaian kereta berikutnya.


Total kereta yang tersedia sebanyak 16 kereta: 14 kereta dioperasikan dan 2 kereta cadangan. Crossing arah kereta akan berlangsung di Stasiun Bundaran Senayan. Titik integrasi MRT dengan LRT, Commuter Line, dan Transjakarta bisa dilakukan di Stasiun Dukuh Atas.



Mekanismenya tarif integrasi masih dalam tahap perundingan. Termasuk juga tarif MRT, tiga bulan sebelum resmi beroperasi komersial baru akan diumumkan. Selain itu juga rencananya akan diberlakukan satu kartu yang digagas Pemprov DKI Jakarta. Bernama "Jakarta One" dari Bank BPD DKI sebagai alat pembayaran di berbagai moda transportasi, termasuk MRT Jakarta.


Upaya mengajak masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum dilakukan pemerintah, termasuk lewat pembangunan MRT Jakarta. Dimulai dari fase pertama dan memiliki akses integrasi dengan moda transportasi umum lainnya.

Saya dan rekan-rekan lainnya jadi memahami, betapa panjangnya proses pelaksanaan proyek MRT Jakarta. Sehingga fasilitas transportasi umum perlu bersama-sama dijaga oleh masyarakat.


Mulai dari lingkungan seputar transportasi publik, perilaku pengguna kendaraan umum, hingga penggunaan transportasi perlu dijaga dan diubah agar Jakarta menjadi lebih baik.

2 komentar:

  1. ih ini seru banget bisa liat terowongan mrt :|
    tiap hari lewat sini. kupikir tadinya itu restricted area O_O

    BalasHapus
  2. Seruuu asyin kita bakalan punya MRT

    BalasHapus