Senin, 04 Desember 2017

Menelusuri Kampoeng Mataraman Yogyakarta, Melihat Dampak Nyata Manfaat Dana Desa

Yogyakarta dikenal dengan wisata, salah satunya terdapat Kampoeng Mataraman sebagai  desa wisata dikembamgkan oleh masyarakat di daerah Bantul, Yogyakarta didukung oleh pemerintah. Pengembangan Kampoeng Mataraman sebagai desa wisata di Yogyakarta merupakan  salah satu manfaat dana desa. Masyarakat di daerah pedesaan Panggungharjo memahami potensi ekonomi di sektor wisata di daerah sekitarnya. Namun, ada sosok beranama pak Eko Putro Sandjojo yang mungkin tak kita ketahui, bahwa kiprah dan kinerjanya sebagai Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi patut diapresiasi dan diketahui untuk mengembangkan dan menumbuhkan perekonomian di desa.


Masyarakat di pedesaaan diberikan kesempatan membangun desa sesuai dengan kearifan lokal dan budaya, menuju kemandirian ekonomi di Indonesia melalui pembangunan di pedesaan. Sosok pak Eko Putro Sandjojo, Menteri Desa PDTT yang mendukung dan memastikan manfaat dana desa dirasakan masyarakat secara benar dan tepat. Saya berkesempatan menghadiri acara Rembug Desa Nasional 2017 untuk refleksi Tiga Tahun Desa Membangun Indonesia di Desa Wisata Kampung Mataraman, Bantul Yogyakarta pada berlangsung 26-28 November 2017.


Langkah demi langkah menuju Kampung Mataraman, hujan rintik-rintik tak menghalangi langkah kami.  Ketika memasuki daerah Kampung Mataraman tampak di sisi kiri dan kanan menuju tenda tempat acara, terlihat stand-stand produk hasil desa dan UKM. Tiba-tiba sayapun merasakan haus, lalu menanyakan bagaimana saya bisa mendapatkan minuman. Ternyata saya bisa membeli juga dan minuman di warung-warung yang tersedia, bukan sekedar warung biasa, tetapi dimiliki oleh masyarakat. Warung-warung dan stand-stand yang ada di Kampung Mataraman dimiliki oleh BUMDES (Badan Usaha Milik Desa) yang dikelola bersama oleh masyarakat. Untuk bertransaksi di warung dan stand secara non tunai dengan BNI TapCash yang merupakan uang elektronik dari BNI.


Pengembangan BUMDES berasal dan Manfaat Dana Desa untuk kepentingan masyarakat, besarnya potensi pertumbuhan ekonomi di pedesaan dengan transaksi di warung/stand milik BUMDES oleh masyarakat pedesaan itu sendiri dan masyarakat lainnya yang datang ke desa.  Membangun kemandirian ekonomi dan memakmurkan pedesaan sebuah tujuan yang sesuai dengan nawacita ketiga pemerintahan Joko Widodo "Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan." terwujudkan dalam pembangunan di desa dengan pemanfaatan dana desa.



Pada acara puncak Rembug Desa Nasional 2017 diawali dengan paduan suara perkumpulan ibu-ibu dan Kitiran sebagai pengganti tepuk tangan, hasil karya Kampung Dolanan di Desa Panggungharjo menyambut kedatangan pak Eko Putro Sandjojo yang berkenan hadir. Sepanjang perjalanan sampai ke panggung, pak Eko dengan ramah bersalaman dengan masyarakat yang hadir.


Pak Eko Putro Sandjojo mengapresiasi dengan menyerahkan piagam penghargaan kepada pak Wahyu Anggoro, Kepala Desa Panggungharjo atas Piagam Panggungharjo sebagai Resolusi Rembug Desa Nasional 2017 yang mendukung setiap program kerja Kementerian Desa PDTT untuk pembangunan dan pemberdayaan desa. Pak Suharsono, Bupati Bantul juga turut mendukung dan mengawasi Manfaat Dana Desa untuk pembangunan di desa. Dukungan kepala daerah di provinsi, kabupaten, dan desa sangat penting untuk membangung desa dan mendukung program Kementerian Desa PDTT.



"Membangun dari pinggiran sesuai nawacita Presiden Joko Widodo sebagai bagian dari pemerataan pembangunan di Indonesia, bersama-sama kepala desa dan masyarakat untuk membangun desa. Desa Bisa!", ajakan pak Eko Putro Sandjojo agar masyarakat semakin semangat dalam berpartisipasi membangun desa. Yang paling yang paling tahu kebutuhan desa itu sendiri adalah masyarakat desa itu sendiri, setiap desa diminta membuat program prioritas sesuai kearifan lokal dan keunggulan lokal setiap desa. Mulailah produkai di pedesaan jika ada pasarnya, potensi pendapatan masyarakat desa sangat besar. Sehingga lahirnya Program Unggulan Kawasan Pedesaan (Prukades) sehingga ada sektor-sektor unggulan di setiap kawasan pedesaan.




Mendukung Prukades dan partisipasi masyarakat membangun desa, Bank BNI memberikan kendaraan untuk operasional BUMDES dan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk pengembangan BUMDES. Untuk mendukung pemasaran hasil-hasil karya BUMDES juga secara resmi dirilis e-Commerce Bumdes Mall" sebagai upaya pemasaran produk unggulan desa dengan cara now. Sayapun berharap produk-produk unggulan setiap bisa dikenal sampai ke keluar negeri dengan kualitas yang luar negeri. Sehingga manfaat dana desa untuk memakmurkan desa dan memiliki kemandirian ekonomi.


Kementerian Desa PDTT memiliki kinerja yang baik, bahlan memberikan dampak nyata terjadi penurunan presentasi desa tertinggal sebesar 17%. Berbagai dampak nyata manfaat dana desa sudah saya lihat sendiri, pak Eko Putro Sandjojo yang bekerja demi terlaksananya pembangunan, kemandirian ekonomi, dan kemakmuran di pedesaan. Pada kesempatan bincang dengan beliau, saya mendengarkan program kerja dan terencana seperti: sarana pasca panen sudah dipersiapkan dengan baik, kemitraan dengan perusahaan swasta seperti Lion Cargo untuk mendukung pemasaran produk-produk unggulan desa. Didukung dengan pembiayaan KUR dan fasilitas penjualan di e-Commerce Bumdes Mall. Program pemanfaatan dana sudah dibuat dan dilaksanakan, bahkan mendapatkan dukungan dari perusahaan BUMN & swasta. Senangnya saat mengetahui produk-produk unggulan BUMDES mendapatkan dukungan pemasaran dan akses pasar, sehingga BUMDES bisa terus berkembang.

1 komentar:

  1. semoga BUMdes semakin memberikan peluang kerja untuk masyarakat desa ya

    BalasHapus