Kamis, 12 September 2019

Freelancer Cerdas Finansial: Mulai Pisahkan Keuangan Pribadi dan Bisnis

Dalam urusan finansial ada berbeda pada freelancer, termasuk saya sebagai blogger dan freelancer contenct writer. Ada saat tertentu penghasilan banyak, tetapi di saat yang lain tidak ada penghasilan. Sehingga freelancer harus cerdas finansial dalam mengatur keuangan secara bijak.

Masalah keuangan freelancer karena merasa banyak penghasilan yang diterima. Namun, ternyata saat diperiksa di rekening uang yang dimiliki tak banyak. Hal ini bisa terjadi karena tercampurnya uang untuk keperluan pribadi dan keperluan pekerjaan (bisnis).

Memang ada proyek tertentu yang bayarannya besar, tetapi dalam pengerjaannya ternyata harus mengeluarka  modal yang cukul besar. Alhasil setelah dihitung margin keuntungan diperoleh tidaklah besar, salah satu yang menjadi perhatian saya adalah biaya transportasi.

Dalam pengerjaan suatu proyek tertentu, terkadang freelancer masih perlu datang ke kantor klien untuk pitching dan briefing. Mau tak mau ada biaya transportasi yang perlu dikeluarkan, baik itu menggunakan motor atau mobil.

Setelah semua tugas selesai, saatnya freelancer melakukan pengiriman tagihan. Sepengalaman saya dengan beberapa kantor klien, mereka masih meminta lembaran tagihan (invoice) secara fisik. Penyebabnya untuk keperluan administrasi dan peraturan dari bagian keuangan, mau tak mau saya harus mengeluarkan biaya tambahan untuk pengiriman lembar tagihan ke kantor klien.

Pentingnya Memisahkan Antara Keuangan Pribadi dan Bisnis

Para freelancer terkadang tidak mencatat, pengeluaran transportasi dan pengiriman dokumen. Nominalnya memang tidak terlalu besar, tetapi jika diakumulasikan ternyata cukup besar dan berdampak pada margin keuntuangan suatu proyek yang ditangani.Rasanya margin keuntungan besar, padahal ternyata ada biaya-biaya operasional yang terlupa. Sehingga dimasukan ke dalam pengeluaran pribadi, padahal harusnya dimasukan ke dalam pengeluaran bisnis.

Freelancer harus cerdas finansial mulai dengan memisahkan antara keuangan pribadi dan pekerjaan, dimulai dengan pencatatannya. Namun, timbul masalah jika harus dicatat secara manual satu per satu, perlu waktu yang cukup panjang.



Syukurlah saya bisa mengenal layanan yang memudahkan freelancer seperti saya, dalam mengatur keuangan dengan lebih mudah dan cepat. Pada acara Bincang Produktif bersama Grab dan Kompascom pada 28 Agustus 2019 di Jakarta. Saya diajak untuk mengenal layanan Grab For Business, sebuaah layanan yang dapat membantu freelancer, dalam hal memisahkan pencatatan pengeluaran pribadi dan pekerjaan.

Grab for Business yang Membantu Freelancer Mengatur Keuangan

Grab For Business memiliki empat jenis layanan: Grab for Business Corporate Portal, Business Profile, Grab Concierge, dan Grab Gift. Untuk kemudahan memisahkan pencatatan pengeluaran transportasi dan logistis Grab sebagai manfaat dari penggunaan Business Profile (Profil Bisnis) di aplikasi Grab. Cukup buka menu profil pada aplikasi Grab, pilih "Add a Businesa Profile", masukan email dan kode verifikasi yang masuk, dan profil bisnis siap digunakan.



Nantinya dalam jangka waktu tertentu kita akan mendapatkan kiriman laporan penggunaan layanan Grab dengan tag bisnis/business secara berkala: mingguan atau bulanan. Pastikan dalam setiap penggunan layanan GrabBike, GrabCar, dan GrabExpress pilih tag bisnis/business sebelum menekan tombol "Book". Jika ada teman freelancer yang menggunakan aplikasi pengelolaan keuangan (SAP Concur, Chrome River, dan Expenaify), bisa juga diintegrasikan dengan Grab for Business.



Setelah penggunaan dalam waktu seminggu atau sebulan, maka ada muncul link untuk mengunduh (download) laporan penggunaan dengan Profil Bisnis di aplikasi Grab. Selain itu bisa juga diakses dengan login pada website Grab for Business, kemudian pilih tanggal yang diinginkan.

Seperti inilah tampilan laporan mingguan yang saya dapatkan, melalui link download dari email yang dikirimkan Grab. Ada detail rincian penggunaan layanan Grab selama seminggu terakhir, hal ini memudahkan saya dapat pencatatan pengeluaran untuk keperluan bisnis/pekerjaan di proyek yang saya kerjakan.



Reward dan Bonus Menggunakan Profil Bisnis

Tak hanya kemudahan dalam pencatatan pengeluaran keperluan pekerjaan, ada reward dan bonus yang bisa didapatkan dengan menggunakan Profil Bisnis, salah satu layanan Grab for Business:

1) Weekly Rewards: RabuUntung, Pangkal Hemat 

Cukup gunakan layanan GrabBike, GrabCar, GrabCard Plus, GrabCar 6, dan GrabExpress dengan tag bisnis, ada tiga jenis kategori hadiah berupa kode promo yang bisa digunakan.

Pada minggu pertama karena saya baru mengetahui layanan Profil Bisnis, penggunaan selama semiggu sebanyak 4x maka saya bisa menggunakan kode promo "UNTUNGAJA"  berupa voucher 2x15ribu (penggunaan 3-4x seminggu).



Pada minggu selanjutnya karena semakin rajin menggunakan profil bisnis, saya menggunakannya sebanyak 12x dalam semingggu. Maka dengan penggunan lebih dari 7x seminggu, saya bisa menggunakan kode promo "UNTUNGBANGET" berupa voucher 6x15ribu.



Sedangkan jika teman freelancer menggunakan Grab dengan profil bisnis sebanyak 5-6x dalam seminggi, maka bisa menggunakan kode "UNTUNGLUMAYAN" berupa voucher 4x15ribu. Untuk frekuensi penghitungannya dihitung dari hari Minggu ke Sabtu (berlaku hingga 30 September 2019), kode promo mulai bisa digunakan setiap hari Rabu.

2) Season Rewards: GrabMazing Race
Yang tak menarik penawaran untuk mendapatkan Samsung Galaxy Watch Activate untuk 10 orang pengguna Profil Bisnis dengan Tag Bisnis terbanyak dalam periode 15 Juli-30 September 2019

Kesimpulan:
Memanfaatkan layanan profil bisnis, Grab for Business di aplikasi Grab membuat pencatatan pengeluaran untuk pekerjaan. Pencatatannya dilakukan lebih mudah karena ada laporan yang dikirim secara berkala oleh Grab melalui email. Sehingga pengeluaran untuk keperluan pribadi dan pekerjaan tidak tercampur, sehingga mendapatkan informasi pengeluaran untuk keperluan pekerjaan secara detail dan mudah. Tak repot screenshot satu per satu, kemudian mencatat besaran pengeluarannya.

1 komentar: