Minggu, 21 Juni 2020

Berinvestasi di Masa Pandemi Boleh Saja, Asalkan

Pada masa-masa seperti saat ini ada berbagai respon yang dilakukan oleh investor. Ada yang berpendapat bahwa saat ini merupakan peluang untuk berinvestasi, selagi nilainya sedang turun. Ada juga yang berpendapat bahwa yang terpenting saat ini adalah dana darurat, sehingga melakukan pencairan investasi. Jadi sebenarnya seperti apa hal baiknya dilakukan di masa pandemi, apakah memilih terus berinvestasi atau mencairkan investasi?


Saya berkesempatan untuk mengikuti webinar Media & Bloggers Gathering bersama Prudential Indonesia - Investment Highlight and Market Outlook 2020: Life with COVID-19. Pada webinar ini saya mendapatkan pengetahuan baru tentang cara berinvestasi di masa pandemi dari beberapa narasumber dari Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) dan Eastspring Investment Indonesia (Eastspring Indonesia).  Eastspring Indonesia merupakan manager investasi yang mengelola dana nasabah Prudential Indonesia. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan saat berinvestasi di masa pandemi:

1. Cek Kesesuaian dengan Profil Risiko

Sebelum memulai investasi ternyata penting untuk mengenali profil risiko kita dalam menentukan jenis investasi yang cocok.  Sehingga saat malam hari kita tetap tidur nyenyak tanpa cemas akan risiko penurunan nilai investasi. Profil risiko setiap orang akan berbeda-beda: konservatif, moderat, dan agresif. Coba ukur dahulu seberapa besar kemampuan kita dalam menanggung potensi kerugian.

Jika profil risiko kita ternyata konservatif tidak cocok untuk memilih investasi berbasis saham, malahan akan membuat kita tak bisa tidur nyeyak di masa seperti ini. Lebih bijak jika memilih deposito atau investasi berbasis pasar uang, sehingga bisa tenang saat berinvestasi.

2. Tujuan Keuangan saat Berinvestasi

Tujuan keuangan yang dimiliki harus jelas judulnya, misalnya dana pensiun atau dana pendidikan anak. Target dananya harus jelas nilainya, lalu berapa besar target, dan jangka waktu pencapaiannya. Tujuan keuangan saat berinvestasi penting untuk diketahui untuk menyesuaikan toleransi profil risiko dengan jenis instrumen investasi yang dipilih. Misalnya seseorang dengan profil risiko konservatif, tetapi karena jangka waktu tujuan keuangannya untuk jangka panjang  maka ada tolerasi penyesuaian memilih instrumen investasi berisiko tinggi untuk mengejar target return investasi. Kalau pun terjadi penurunan nilai investasi masih ada cukup waktu untuk terjadinya peningkatan nilai investasi.

3. Pilih Instrumen Investasi

Ada berbagai jenis pilihan instrumen investasi yang ada untuk mencapai tujuan keuangan: saham dan obligasi. Namun, tak semua orang memiliki waktu dan keahlian dalam berinvestasi secara langsung. Alternatifnya bisa dengan menggunakan seperti reksa dana yang dikelola oleh manager investasi. Dalam memilih manager investasi harus mencari yang tepercaya dalam mengelola dana investasi. Ada reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran ,dan reksa dana saham yang bisa dipilih sesuai profil risiko dan tujuan keuangan.


4. Pentingnya Memiliki Dana Darurat dan Proteksi

Hal yang tidak kalah penting saat akan berinvestasi, yaitu memiliki dana darurat yang cukup dan memiliki proteksi. Adanya dana darurat yang cukup akan bermanfaat di masa seperti ini, karena merasa lebih tenang dan tak perlu terburu-buru mencairkan investasi andaikan ada keperluan darurat. Selain itu juga pentingnya ada proteksi berupa asuransi yang memberikan perlindungan. Ada berbagai jenis asuransi seperti asuransi jiwa dan asuransi kesehatan. Asuransi jiwa ada beberapa jenis mulai dari term life, whole life, endowment, dan unitlink.

Produk asuransi unitlink memberikan perlindungan yang dikaitkan dengan investasi, sehingga selain mendapakan perlindungan ada besaran nilai investasi berupa nilai tunai yang diterima nantinya. Jika dilihat dari sisi premi asuransi memang lebih besar dibandingkan jenis asuransi jiwa lainnya, tetapi memberikan kemudahan bagi nasabah unitlink yang tidak memiliki waktu untuk melakukan pengelolaan dana investasi.

Menurut Data (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia) AAJI pada kuartal 4 tahun 2019 Prudential Indonesia pemimpin pasar industri asuransi jiwa Indonesia. Dana nasabah Prudential Indonesia dipercayakan kepada Eastspring Indonesia yang merupakan perusahaan Manajer Investasi dengan total dana kelolaan/asset under management terbesar di Indonesia. Eastspring Investment sudah beroperasi lebih dari 25 tahun dan hadir di 11 negara di Asia, sehingga sudah tepercaya dan berpengalaman.

5. Tenang dan Melihat Peluang Investasi di Masa Pandemi

Pada masa pandemi setelah dana darurat aman dan proteksi asuransi tetap aktif, ketika pergerakan investasi yang nilainya turun. Sehingga bisa tenang dalam akan dapat melihat peluang dan memanfaatkan keadaan saat koreksi nilai untuk melakukan top up investasi secara berkala (Dollar Cost Averaging). Selain itu pada sisi lain ada sektor-sektor tertentunya industrinya terus tumbuh dan kuat pada jangka panjang, misalnya sektor teknologi, konsumsi, kesehatan, jasa komunikasi, dan berbagai sektor lainnya.

Grafik IHSG Sejak Awal Tahun
Grafik IHSG Sejak Awal Tahun

Kesimpulan:

Setelah menyaksikan penjelasan dari Prudential Indonesia dan Eastspring Indonesia, saya belajar bahwa adanya peluang di masa pandemi untuk berinvestasi. Tentunya secara pararel memastikan dana darurat tersedia dan adanya perlindungan. Selagi nilai investasi turun saatnya manfaatkan untuk mendapatkan keuntungan pada jangka panjang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar