Selasa, 03 Oktober 2017

Indonesia Knowledge Forum 2017 Hari Pertama: Memahami Keadaan Ekonomi Digital Indonesia Saat Ini

Indonesia Knowledge Forum 2017 (IKF 2017) kembali digelar ke-7 kalinya pada 2-3 Oktober 2017  dengan tema "Elevating Creativity & Innovation Through Digital Collaboration" di Hotel Ritz Carlton, Sudirman.


Acara diawali dengan opening speech dari pak Cyrillus Harinowo, Komisaris BCA: "Membangun Negeri lewat Pengetahuan." Acara berlangsung selama dua hari sebagai bagian dari komitemen BCA untuk peningkatan kualitas SDM Indonesia, turut menghadirkan 23 pembicara dari berbagai bidang yang memberikan pengetahuan dan inspirasi.


Dilanjutkan dengan keynote speech oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, pak Rudiantara  mengapresiasi BCA atas acara IKF 2017 yang terselenggara. Pak Rudiantara menyampaikan adanya proses bisnis yang berubah dan membagikan intisari buku "Think Like Startup", saat ini perusahaan dituntut berorientasi pada "Customer Focus".

Pola perilaku konsumer berubah seiring perkembangan dunia digital yang berkembang. Pemerintahpun turut berperan dalam pemeratan jaringan internet di seluruh Indonesia, pada tahun depan rencamanya daerah Natuna bisa menikmati layanan internet. Ada tujuh hal yang akan diubah oleh pemerintah untuk mendukung perkembangan ekonomi digital Indonesia:  SDM, Pendanaan, Perpajakan, Consumer Education dan Protection, Logistik, Cyber Security, dan Infrastuktur TIK (jaringan internet).



Dilanjutkan sesi pembukaan expo dan sesi seminar "Peta Perekonomian Indonesia di Era Digital". Pak Faisal Basri seorang pengamat ekonomi dan staf khusus Bu Susi Pudjiastuti memaparkan data-data keadaan perekonomian Indonesia saat ini. Ada perubahan perilaku masyarakat untuk menyimpan uang lebih banyak di bank, dibandingkan untuk digunakan konsumen untuk berjaga-jaga (terlebih pasca Pilkada Jakarta). Sehinggga tak ada korelasinya turunnya pendapatan perusahaan  dengan daya beli masyarakat.

Usai jam makan siang kembali kami belajar tentang bagaimana ekonomi digital, mendukung bisnis yang sudah ada saat ini dengan pembicara dari Mckinsey Indonesia. Ekonomi digital "disrupted atau menggangu" bisnis berjalan saat ini, mulai dari hadirnya berbagai layanan digital seperti Uber and Airbnb. Perusahaan harus terus berinovasi menggunakan teknologi internet, cloud, Internet of Things, dan big data & cara analisanya.

Lalu bagaimana jika perusahaan tidak siap? Ada perusahaan di luat negeri yang melakukan akuisisi untuk masuk dalam ekonomi digital. Akusisi yang dilakukan bank Spanyol,  Banco Bilbao Vizcaya Argentaria (BBVA) kepada perusahaan fintech bernama Simple. Mulai dari proses bisnis, model bisnis, ekosistem digital, dan terus berinovasi. Garuda Indonesia, Matahari Mall, Go-Jek, dan Tokopedia contoh perusahaan di Indonesia yang sedang dan terus berinovasi menggunakan teknologi digital.



Hari pertama IKF 2017 ditutup dengan sesi seminar "Bagaimana Membangun Strategi Berinvestasi di Perusahaan Startup" bersama Ashraf Sinclair, celebrity investor yang tergabung dalam 500 Startups asal Silicon Valley dan Sebastian Togelang, Founder dan Managing Kejora Group. Masih sangat besar peluang untuk berinvestasi di perusahaan startup yang akan terus berkembang di dunia dan Indonesia. Bahkan investor dari luar negeri seperti Alibabab berinvestasi di beberapa perusahaan startup yang ada di Indonesia.




Indonesia Knowledge Forum (IKF) 2017 hari kedua juga menghadirkan pembicara yang dinantikan, pembahasan bagaimana perusahaan memanfaatkan ekonomi digital untuk mendukung pertumbuahn bisnis.

19 komentar:

  1. Maunya dijelasin starup itu apa?bagaimana cara memulai usaha starup?inovasi apa saja yang bisa dilakukan

    BalasHapus
  2. bisnis startup memang sudah merajalela
    perekonomian semakin baik, tentunya di lingkungan kota
    di sudut-sudut Indonesia lain, masih butuh sentuhan.
    yaaa... salah satunya natuna

    semoga kita semua dapat bersinergi menghadapi persaingan global yang makin maju

    BalasHapus
  3. Wah ada seminar nya juga. Sepertinya tema ini "Bagaimana Membangun Strategi Berinvestasi di Perusahaan Startup" bersama Ashraf Sinclair,bikin ane kepo..
    Cuma ya, jauh.....

    BalasHapus
  4. Betul, dengan disruptive technology ini semua harus berani berubah. Kalau tidak, akan tergilas jaman.

    BalasHapus
  5. Acara yang ada artisnya memang selalu bikin penasaran yaa...
    Pantesan Ashraf jarang nongol di tipi...mainannnya investasi-investasian gini sekarang.
    Hihii...

    Tapi sekaraang memang segalanya dibuat serba digital ya...
    Lebih memudahkan, rapi dan sistematis.

    BalasHapus
  6. Aku jadi penasaran sama tema yang dibawakan Ashraf, dan bagaimana dia juga menjalankan hal tersebut. Karena yang aku liat sekarang ini ya mulai menjamur start up dan dijalani oleh anak muda, ternyata hal ini bagus juga buat biar nggak kalah sama asing ya hihi

    BalasHapus
  7. Coba Koh Gio nulis juga ttg bagaimana berfikir seperti start up ini.

    Aku di Salatiga, ada ojek lokal yang tertatih bersaing dg gojek belum lagi uber yang notabene modalnya gedhe. Suami ikut terjun bikin aplikasinya, dg dana yg terbatas...

    BalasHapus
  8. eh ada nyebut natuna
    itu kabupaten di kepri
    ujung utara indonesia hehehe
    di sana sudah ada internet
    tp terbatas banget
    padahal natuna itu indah lho
    tapi ya gitu deh..akses transportasi aja terbatas
    moga nti dengan meratanya inet kabupaten ini bisa lebih maju

    BalasHapus
  9. Hiks sedihnya ga jd ikutan, sptnya bagus ya. Bener sih, perusahaan2 yg ada di beberapa sektor yg terpengaruh dgn disrupsi digital harus siap berubah biar ga ketinggalan dan ditinggal konsumennya ya?

    BalasHapus
  10. Semakin berkembangnya teknologi, bisnis di perusahaan start up nampaknya semakin menjanjikan ya.

    Dan perusahan-perusahan yang udah hadir lebih dulu memang harus siap dan sigap menghadapi perkembangan yang ada sekarang, khususnya dalam memanfaatkan teknologi yang ada.

    Soalnya sekarang tuh emang serba digital sih ya eranya.

    BalasHapus
  11. Perusahaan kalaumainnya msh manual bakal ketinggalan sama yg lain. Seminar kaya gini awalnya emang agak bingungin, tp demi usaha dan berkembangnya teknologi, kita kudu ikut melek

    BalasHapus
  12. Sekarang masanya digital, perusahaan atau pebisnis harus bisa menyesuaikan demi kemajuan usahanya. Kalau tidak mengikuti perkembangan, pertumbuhan usaha akan tersendat bahkan ditakutkan mengalami kebangkrutan,ya?

    BalasHapus
  13. Semua sudah serba digital. Start up lagi booming banget, makanya banyak yg berani invest. Semoga perekonomian Indonesia makin bagus

    BalasHapus
  14. sekarang apa2 serba digital ya koh, aku aja mulai usaha mango sticky ricenya bekaldarinyokap di Instagram, Koh. Lah jadi promo wkwkkwkw

    BalasHapus
  15. Perekonomian semakin berkembang pesat. semua perusahaan berpindah ke Online. perusahaan yang tidak melakukannya akan ditinggal konsumen.

    Banyak toko offline yang sudah menutup bisnis mereka dan berubah ke online. entah bagaimana yang masih konvensional. pasti menunggu waktu untuk gulung tikar

    BalasHapus
  16. Aku nangkepnya pemerintah menyambut baik ya start up2 yg beridiri ini. Moga diberi kesempatan utk terus berinovasi sehingga menciptakan era baru juga di masyarakat kita. Soalnya suka sedih kalau ada star up gulung tikar gtu :(Btw tengkyu cerita acara dan ulasannya mas :D

    BalasHapus
  17. Seiiring dengan perjalanan dan perkembangan zaman teknologi sudah memasuki tahapan digital seperti halnya layanan ojek online yg sangat membantu perekonomian masyarakat indonesia. Semoga pemerintah selalu mensupport para start up baru demi kemajuan ekonomi digital yg maju di Indonesia

    BalasHapus
  18. Kebayang deh acara seperti ini pasti padat dengat data banget.. jadi makin pintar deh kokoh gionya. :-)

    Aniwei perkembangan teknologi informasi memang berpengaruh banget ya dgn kondisi perekonomian. Semoga makin memberikan manfaat untuk masyarakat luas.

    BalasHapus
  19. Akuh ndak ngerti loh, ini :-)

    Spesifik ilmu banget ya ini. Saya ingin sesekali ikut seminar seperti ini

    BalasHapus