Senin, 22 Januari 2018

Catatan Perjalanan Menggunakan Kartu OK Otrip

One Karcis One Trip (OK Otrip) adalah program dari Pemprov DKI Jakarta yang sudah mulai berjalan sejak 22 Desember 2017 untuk menekan biaya pengeluaran transportasi. Pada tahapan awal dilakukan pada layanan Bus Tranjakarta dikenakan tarif Rp5.000 dalam jarak waktu antara tap in pertama hingga tap in terakhir selama 3 jam. Namun, selama dalam masa ujicoba yang berlangsung selama tiga bulan saya hanya dikenakan tarif maksimal Rp3.500 sebagai tarif promosi.


Proses tap in sistem OK Otrip menggunakan kartu khusus yang bisa didapatkan di halte Transjakarta. Sayapun penasaran untuk mencoba sendiri perjalanan menggunakan kartu OK Otrip, sayapun membeli kartu OK Otrip di Halte Dukuh Atas 2 dengan harga Rp40.000 dengan isi saldo sebesar Rp20.000. Dalam penyediaan kartu Ok Otrip Pemprov DKI Jakarta masih bekerjasama dengan bank. Kartu kartu OK Otrip yang saya miliki, pada bagian belakang terdapat logo Tapcash yang dikeluarkan Bank BNI.



Saya pun mencoba menggunakan pertama kali pada Rabu, 27 Desember 2017 dalam keadaan kendaraan di Jakarta masih agak lengang. Pada pukul 11.50 saya melakukan tap in Halte Dukuh Atas 2 dikenakan Rp3.500, lalu saya turun di Halte Karet Kuningan pada 12.10 untuk suatu keperluan. Pada pukul 14.30 saya kembali melakukan tap in di Halte Karet Kuningan dan dikenakan Rp0 sesuai dengan sistem OK Otrip yang berjalan. Pada rangkaian perjalanan ini seharusnya saya membayar Rp7.000 dengan kartu OK Otrip hanya dikenakan Rp 3.500.

Kedua kalinya saya menggunakan kartu Ok Otrip pada Sabtu, 30 Desember 2017 pada pukul 17.20 di Halte JIExpo Kemayoran (PRJ) saya melakukan gate in dikenakan Rp3.500 dan tap out tiba di Halte Dukuh Atas 1 pada pukul 18.30 untuk ke toilet. Pukul 18.35 saya kembali tap in di Halte Dukuh Atas 1 dinakan Rp0 kemudian menggunakan jembatan menuju Halte Dukuh Atas 2, sampailah saya tap out Halte Departemen Kesehatan pukul 18.50. Pada pukul 19.30 saya kembali melakukan tap in dikenakan Rp 0 saja. Pada rangkaian perjalanan ini seharusnya saya membayar Rp10.500 dengan kartu OK Otrip hanya dikenakan Rp 3.500.


Namun, saya pun punya pengalaman dua kali menggunakan kartu OK Otrip. Salah satunya pada hari kerja normal pada Kamis, 18 Januari 2018 dalam keadaan cuaca yang hujan cukup deras membuat perjalanan lebih lama. Pada pukul 11.39 saya Tap Out di Halte Dukuh Atas 1 melakukan perjalanan, pada pukul 12.30 saya baru sampai di Halte Blok M, menyelesaikan beberapa keperluan di daerah Blok M dan kembali tap in lagi si Halte Blok M pada 14.54. Pada perjalanan ini karena jarak tap in pertama dan selanjutnya lebih dari 3 jam, maka saya dikenakan tarif normal Rp 7.000 untuk dua kali perjalanan.

Untuk pengisian saldo kartu OK Otrip bisa dilakukan di halte Transjakarta terdekat secara tunai (dikenakan biaya 1.500), secara non tunai (saat ini dengan kartu ATM/Debit BNI), dan ATM yang menyediakan layanan isi ulang. Saya sendiri sudah mencoba mengisi saldo kartu OK Otrip di ATM BNI yang menyediakan layanan isi saldo Tapcash.


Mungkin seiring berjalannya waktu, kartu bank lainnya juga akan tersedia untuk memudahkan pilihan bagi pengguna. Demikianlah pengalaman saya secara pribadi untuk sementara waktu menggunakan kartu OK Otrip, ada yang punya pengalaman lain menggunakan kartu OK Otrip juga? Mari, berbagi cerita!

2 komentar:

  1. Untuk pengisian ulang kartu ok otrip tersebut minimal berapa ya? Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di halte Transjakarta minimal Rp20.000, tetapi jika pada ATM BNI minimal Rp10.000

      Hapus