Selasa, 11 April 2017

Transfer Berbeda Bank, Tak Kunjung Sampai? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Proses transfer berbeda bank berapa lama ya? Pertanyaan yang kerap kali ditanyakan kepada saya. Terlebih bagi freelancer termasuk saya, momen menunggu pembayaran dari pemberi kerja adalah momen menegangkan.

Kabar dari bagian keuangan perihal dimulai proses pembayaran, bagaikan menemukan oase di tengah padang gurun yang gersang. Namun, setelah ditunggu-tunggu seraya, memerika mutasi rekening. Kerapkali berujung pada di-PHP-in.

Katanya sudah ditransfer, kok belum masuk juga ya? Jangan-jangan bagian keuangannya belum memproses. Perasaan menjadi gundah gulana dan galau, tagihan sudah "mengantri" untuk dibayarkan. Namun, apa daya saldo di rekening tabungan belum bertambah.

Sampai suatu hari, saya mengujungi salah bank yang ada di Mal Kota Kasablanka. Untuk melakukan pencetakan buku tabungan. Saya masuk ke bank, satpam meminta saya mengambil nomor antrian. Saya duduk dan menunggu nomor dipanggil.


Tiba saat nomor antrian saya dipanggil, saya menuju petugas teller. Saya serahkan buku tabungan kepada petugas teller, saya menegok ke kiri dan kanan. Saya menemukan ada sebuah banner di sisi kiri area teller.

Saya membaca banner berjudul "Transfer Dana Melalui Sistem BI-RTGS dan SKNBI". Ada penjelasan mengenai proses layanan RTGS dan kliring, jadi selain melalui jasa perusahaan switching. Proses transfer antarbank, bisa juga melalui layanan dari Bank Indonesia.

Ada dua pilihan layanan transfer dari Bank Indonesia. Kiat bisa memilih sesuai kebutuhan, yaitu:

1) Sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settelment (Sistem BI RTGS)

2)  Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKN-BI)



Untuk transaksi transfer berbeda bank < 100 juta maka perusahaan, menggunakan kliring/SKN-BI. Proses SKN-BI membutuhkan proses: maksimal 2  jam dari bank pengirim, waktu setelmen terdekat, dan maksimal 2 jam ke bank penerima.

Waktu settelment Bank Indonesia untuk SKN-BI ada lima kali sehari: 09.00, 11.00, 13.00, 15.00, dan 16.30. Proses kliring/SKN-BI berlangsung di hari kerja. Nominal maksimal sebesar 500 juta. Biaya dikenakan untuk transaksi kliring, kepada nasabah maksimal 5.000 (Sesuai aturan Bank Indonesia)

Contoh 1:

PT XYZ memiliki rekening di Bank Mandiri, saya memiliki rekening di Bank BCA. Bagian keuangan PT XYZ melakukan transfer sebesar 5 juta (<100 juta). Dengan kliring/SKN-BI, dari Bank Mandiri ke Bank BCA pada pukul 17.00.

Sehingga proses transaksi, diproses keesokan harinya (jika hari kerja). Sehingga baru keesokan harinya,  dana yang dikirimkan PT XYZ, dari Bank Mandiri sampai di rekening BCA milik saya.

Beda halnya jika, besaran nilai transfer di atas 100 juta. Maka perusahaan bisa memilih menggunakan kliring/SKN-BI ataupun Sistem BI RTGS. Dengan memilih transfer dengan RTGS. Maka proses transfer maksimal 2 jam, setelah transaksi transfer RTGS dilakukan.

Namun, proses dilakukan hanya di hari kerja. Biaya yang dikenakan lebih besar daripada kliring, yaitu: maksimal 35 ribu kepada nasabah (sesuai aturan Bank Indonesia).

Contoh 2:

PT OPQ  memiliki rekening di Bank BNI, saya memiliki rekening di Bank BRI. Bagian keuangan PT OPQ melakukan transfer sebesar 150 juta. Sehingga bisa memilih antara transfer dengan kliring ataupun RTGS.

Karena ingin proses yang lebih cepat, PT OPQ melakukan transfer kepada saya dengan RTGS. Sehingga dua jam setelah transaksi RTGS, dana yang dikirimkan akan saya terima.

Sehingga kegalauan saya dan teman lainnya, kini sudah terjawab. Dana bisa saja sudah ditransfer perusahaan namun, dilakukan sore hari sehingga baru sampai keesokan harinya.

Mungkin juga dilakukan pada hari Jumat sore atau hari libur, sehingga baru diproses pada hari kerja berikutnya. Jadi, kini tak galau lagi jika menerima transferan berbeda bank.

Solusinya menghindari proses transfer dengan kliring ada dua:

1) Menggunakan Fasilitas Perusahaan Switching.

Keuntungannya dana yang dikirim bisa langsung sampai. Namun, kekurangannya rata-rata batasan harian, transfer ke bank berbeda hanya 10 juta per hari. Bisa menggunakan layanan ATM Prima, ATM Bersama, ATM LINK, dan ATM ALTO

2) Memiliki Rekening Bank yang Sama dengan Pengirim

Kalau memiliki rekening bank yang sama, proses transfer antar bank terhindarkan. Namun, pilih dengan cermat jenis tabungan yang akan dimiliki.

Sekian tulisan untuk jawaban atas kegalauan, tatkala transferan tak kunjung sampai. Siapa tahu memang sudah diproses namun, memang prosesnya tertunda.

20 komentar:

  1. Harus sabar dan lihat-lihat jam ya, artinya. Jangan langsung berprasangka buruk. Terima kasih infonya, Ko.

    BalasHapus
  2. Emang transfer antar bank itu harus tau gimananya, salah-salah maunya cepet malah bisa 2-3 hari repot ini. Ini penting buat yang belum tau

    BalasHapus
  3. Memang paling bikin kesal sih, kartu kredit gue kan beda sama bank gue, jadi setiap bayar gak boleh mepet sama jatuh tempo. Kalo mepet suka kehitung telat sampainya. Kan kzl ya.

    BalasHapus
  4. ihs aku pernah kena imbas nih, soal beginian. krn suplierku beda bank, uang yg kutransfer terlambat masuk, trus aku dikira tidak serius ordernya, padahal di rekeningku sudah terpotong.


    coba dulu si kokoh suruh baca ini ya, jadi kan barang orderanku masih bisa di keep.

    BalasHapus
  5. Satu satunya problem yang pernah terjadi ketika aku transfer di sebuah ATM adalah pas mau transfer tetiba muncul tulisan yang intinya "saldo tidak mencukupi" padahal aku transfer ngga banyak kok sampai akhirnya batal transfer tanpa tau saldonya tetap berkurang atau ngga :'D
    Btw terima kasih atas tulisannya ko 👍

    [Lucky]

    BalasHapus
  6. Belum pernah mengalami hal diatas. Soalnya gak pernah ngelakuin RTGS. hehe. Cukup transfer lewat mobile banking aja. Tapi kl gagal transfer sih krn saldo gak cukup aja. Hehe

    BalasHapus
  7. Belum pernah mengalami hal diatas. Soalnya gak pernah ngelakuin RTGS. hehe. Cukup transfer lewat mobile banking aja. Tapi kl gagal transfer sih krn saldo gak cukup aja. Hehe

    BalasHapus
  8. Kalau sudah beda bank dan pengen cepat, saya biasanya 'numpang' transfer dari rek suami atau saudara yg sama dg rek bank tujuan. Selain bebas biaya transfer, juga lebih cepat. Hehe

    BalasHapus
  9. KAlau harus nunggu keesokan harinya, itu emang bikin greget banget, yak. AKu pernah tuh nunggu transferan. grgr beda bank, jadi sampainya keesokan harinya.
    Tapi suatu waktu, pernah dpt trf dr beda bank, tapi masuknya cpt. Wkwwk
    Keduanya dalam nominal dibawah 1 juta koh

    BalasHapus
  10. oooh begitu yaa...
    iya sih, kolega saya sukanya pake BCA. pun sampai sekarang saya masih belum pake BCA, melainkan masih pake yang murah2, hahahaa

    BalasHapus
  11. Wah baru tahu, semoga tidak mengalami kejadian seperti itu. Makasih infonya, mas. :D

    BalasHapus
  12. Kalo bank yg aku pakai ada pilihan rtgs, online, sm kliring. Dan aku suka pilih online karna realtime langsung sampe, tp biayanya mehong 6500.
    Kalo yg lain2 aku blm pernah coba, buat transfer kok coba-coba.. Hheee

    BalasHapus
  13. Saya kebetulan punya 3 bank yg sering digunakan byk org di Indonesia mas. Jadi klo butuh transfer saya pasti akan gunakan yg rekeningnya sama hehe

    BalasHapus
  14. Saya punya beberapa rekening dan usahakan kalau transfer pakai rekening yg sama.
    Tapi pernah kejadian sih waktu itu kudu bayar kontrakan trus duit di rekening kurang, makanya tambah dr reening yg lain. Pakai inet banking dan aku salah pilih opsi LLG (kalau gak salah) pdhl kudunya RTGS. SOkteu kirain LLG itu yg lansung hehe. Untung induk semangnya baik dan mau ngerti knp nelat transfer :D
    Btw TFS informasinya yaaa

    BalasHapus
  15. aih... aku sering transfer antar bang tapi jumlah uangnya ngga banyak sih. jadi masih aman aman saja. ngga pernah sampai mandek atau macet. masih lancar jaya. Berhubung punya bisnis online hampir semua bank ada rekeningnya hehehe jadi aman

    BalasHapus
  16. Aku pernah galau pas gajian karena transfernya beda bank. Transfer Sabtu sampai Senin. Batal malam Mingguan deh gara-gara gak ada duit, wkwkwk

    Skrg sih sdh paham kalau beda bank bs telat masuknya

    BalasHapus
  17. Skrg sdh tahu dan biasanya yg ngirim jg ngadih note kalau beda bank sampainya beberapa hari kemudian

    BalasHapus
  18. Aku kayaknya belum pernah ngalamin transferan kepending dari beda bank. Kayaknya, sih. Ya semoga janganlah, repot nanti. Aku kan anaknya suka menggebu-gebu dan panikan wkwkwk tapi thanks ya, Koh, baru tau sih alasannya kenapa sempat dengar beberapa orang mengeluhkan tranferan beda bank yang katanya pending.

    BalasHapus
  19. Aku pernah, mas.
    Dan ini ngeselin banget.

    Aku yang transfer, malah dituduh yang engga-engga.

    Kan jadi Bete yaa...


    Lalu setelah tau bahwa beda bank butih waktu...baru deeh..orangnya cooling down.

    BalasHapus
  20. Hmm begitu ya.. Pantesan biasanya bikin aku harap cemas. Hehehe

    BalasHapus