Rabu, 07 November 2018

Smartphone Pertama di Indonesia yang Menggunakan Virtual SIM Card: Wiko Tommy3 Series

Smartphone yang bisa digunakan tanpa SIM Card dan Wifi pertama kali di Indonesia, Wiko Mobile Indonesia menghadirkan inovasi smartphone terbaru: Wiko Tommy 3 Series (Tommy 3 Plus dan Tommy 3). Awalnya saya cukup bingung bagaimana caranya, smartphone bisa mengakses internet tanpa perlu adanya SIM Card dan Wifi?

Rasa penasaran saya terjawab pada 1 November 2018, ketika Wiko Mobile Indonesia memperkenalkan Wiko Tommy 3 Series di Jakarta. Ada dua seri smartphone yang diperkenalkan: Wiko Tommy 3 Plus dan Wiko Tommy 3. Keduanya memiliki layar berukuran 5,45 inchi dengan rasio 18:9 yang compact dan tampilan yang lebih luas.


Hal yang cukup menarik dari Wiko Tommy 3 Plus, pengguna bisa terhubung ke internet tanpa memerlukan SIM Card dan Wifi. Hal ini dikarenakan teknologi Virtual SIM Card pertama di Indonesia yang menggandeng Skyroam SIMO.



CEO Wiko Indonesia, Taufik Syahbuddin menyampaikan dengan Skyroam SIMO secara otomatis akan mencari jaringan internet 4G paling terbaik dan stabil, di manapun lokasi pengguna berada hingga pada 130 negara di dunia. Pengguna mendapatkan kuota data gratis dari Skyroam SIMO hingga 6 GB, skema data plan 1 GB per bulan selama 6 bulan. Pada smartphone Wiko Tommy 3 Plus terdapat aplikasi Skyroam, sehingga tanpa SIM Card dan Wifi pengguna bisa terhubung dengan internet.

Wiko Mobile Indonesia pada seri Tommy 3 Series memberikan jaminan kerusakan 120 hari dengan penggantian baru, sejak tanggal pembelian sehingga pengguna tidak perlu cemas jika ada kerusakan yang disebabkan dari pabrikasi. Namun, layanan tersebut tidak berlaku jika kerusakan terjadi karena kerusakan pengguna.

Adi Kusumo, Product Manager Wiko Indonesia menjelaskan pada Tommy 3 Plus pada bagian belakang terdapat Laser Coating layaknya seperti kaca. Tommy3 Plus memiliki RAM 2GB dan prosesor Quad Core 1.3GHz. Didukung aktivitas streaming dan media sosial lebih mulus dengan kecepatan 4G.

Didukung Android Oreo versi 8.1 dengan baterai 2900 mAh, serta tampilan antarmuka yang dapat dikustomisasi, fitur Smart Left Page untuk akses cepat ke aplikasi favorit, dan melihat informasi cuaca serta catatan kalender.


Pada sisi desain, Tommy3 Plus mempunyai satu varian cover belakang dengan efek kaca berkilau yang didukung dengan teknologi pelapisan laser, sehingga tampil lebih mewah dan modern. Tommy3 Plus dibalut 5 pilihan warna, yaitu Anthracite (Black) Mirror, Anthracite Matte, Gold, Cherry Red dan Bleen.

Sedangkan Tommy3 memiliki kamera belakang 8MP dengan LED Flash dan kamera depam  5MP lengkap dengan LED Flash juga memberikan hasil foto yang tetap terang meskipun di tempat yang kurang cahaya. Diperlengkapi dengan HDR yang dapat diaktifkan saat obyek membelakangi cahaya, dan Potrait Blur untuk memberikan efek bokeh pada latar belakang.

Didukungan dengan support jaringan 4G, memori internal 16GB, system on Chip MediaTek 6739 Quad Core 1.3GHz. Memiliki OS Android Oreo Go sehingga konsumsi data menjadi lebih hemat saat streaming video atau akses internet, serta berjalan lebih cepat saat digunakan.

Pengguna akan merasakan performa yang optimal saat menggunakan Tommy3 untuk menemani aktivitas sehari-hari. Desain stylish dan trendi dibalut pilihan warna metalik yang menarik, seperti Anthracite, Gold, Bleen dan Cherry Red.

Dengan spesifikasi tersebut Wiko Tommy3 Plus dibandrol dengan harga hanya  Rp. 1,499,000 dan Tommy3 dijual dengan harga Rp. 999.000. (Khusus tanggal 01-03 November 2018, Tommy3 Plus bisa didapatkan eksklusif di Tokopedia dengan harga Rp. 1.299.000)

Jumat, 02 November 2018

Asia Pasific Predator League Kembali Digelar, Konsistensi Acer Mendukung Talenta Gamers Indonesia

Perlehatan kompetisi eSport terbesar di Asia Pasifik sukses digelar tahun lalu, Acer tahun ini kembali menyelenggarakan Asia Pasific Predator League 2019. Herbet Ang, Presiden Direktur Acer Indonesia hadir pada Kick Off Asia Pasific Predator League 2019 di Jakarta menyampaikan, bahwa Acer mendukung talenta gamers paling baik bisa menunjukan kemampuan di level Asia Pasifik dan industri gaming di Indonesia akan terus bertumbuh.

Melalui turnamen e-Sports Asia Pasific Predator League 2019, diharapkan menginspirasi remaja Indonesia untuk menekuni hobi e-Sports.  Acer mengajak para gamers dengan talenta terbaik dari 14 negara untuk berpartisipasi, pada dua games yang dipertandingkan: DOTA 2 & Player Unknown's Battleground (PUBG).


Untuk di Indonesia dilakukan tahap kualifikasi yang berlangsung selama du bulan sejak November 2018 di 16 iCafe yang tersebar di 14 kota di Indonesia Pada tahun ini grand final Asia Pasific Predator League 2019 akan berlangsung di Bangkok, Thailand pada bulan Februari 2019.

Yohan Wijaya, Acer Consumers Lead, Intel Asia Pacific Japan menyampikan darj sisi bisnis populasi mers populasi gamers di Asia Pasifik mencapai 270 juta dengan pertumbuhan 20% Asia Pasifik, dan intensitas bermain game rata-rata mencapai 7 jam.

Melalui Asia Pasific Predator League 2019, Intel Indonesia berharap bisa memanjukan industri gaming di Indonesia dan memberikan platform bagi gamer Indonesia untuk menunjukan kemampuannya.


Eddy Lim, Chairman Indonesia e-Sports Association (IesPA) menyampaikan potensi perkembangan e-Sports di Indonesia dengan total lebih dari 43 juta gamers potensu 11,9 Triliun peringkat 16 industri gaming di dunia. Dukunhan pemerintah sudah dulakukan dan diharapkan akan bisa terus  memperluas area lingkup agar menjangkau seluruh Indonesia, seperti dukungan Acer melalui Asia Pasific Predator League 2019.

E-Sports sudah resmi diakui menjadi olahraga dengan pertimbuhan positif industri esports kami senang dan bangga, diharapkan lewat muncul talenta baru dan bisa membawa nama Indonesia. IsePA mengapresiasi dukungan Acer yang baik bagi perkembangan eSport di Indonesia.


Pada momen kampanye Asia Pacific Predator League 2019, Acer Indonesia juga memberikan berbagai beragam aktivitas on-ground dan promo menarik, seperti: promo gaming series berhadiah monitor gaming, gaming gears Predator dan game PUBG untuk setiap pembelian perangkat gaming Predator selama Oktober hingga 31 Desember 2018.