Selasa, 31 Agustus 2021

Red Hat Menjawab Kebutuhan Inovasi Developer dengan Hadirkan Developer Advocacy Program

Pada masa kini kita dituntut untuk terus berinovasi, tetapi juga inovasi dilakukan dalam waktu yang relatif cepat. Hal ini menyebabkan perlu beradaptasi dengan perubahan. Tidak terkecuali hal ini dihadapi oleh para developer. 

Tentunya perlu terus dilakukan pengembangan terhadap aplikasi, tidak mudah berpuas diri. Berusaha meningkatkan kualitas dan terus bisa diakses dan, tanpa crash. Hal ini memerlukan pendekatan dan teknologi baru.

Adanya trend baru tentunya memerlukan riset. Namun, muncul permasalahan baru belum punya waktu untuk riset. Selain itu juga dalam mencoba teknologi baru, perlu trial and error terlebih. Baru kemudian akhirnya bisa berjalan dengan baik.

Berbagai permasalahan tersebut tentu dihadapi oleh para developer. Namun, tenang saja ada solusi dihadirkan oleh Red Hat. 

Mengenal Profil dan Layanan Red Hat 

Red Hat menghadirkan layanan untuk membuat aplikasi dengan proses yang lebih cepat. Hal ini akan membantu agar tidak kalah saing, bisa update aplikasi versi terbaru lebih rutin. Misalnya setiap dua minggu sekali, tidak lagi perlu proses memakan waktu hingga tiga bulan.

Proses yang tadinya memerlukan banyak intervensi manusia, kompleks, dan banyak aturan. Kini bisa berjalan dengan lebih cepat karena adanya teknologi mengotomatisasi sebagian besar proses.

Selain itu juga, ada yang dorongan untuk bertransformasi membuat aplikasi lebih cepat. Terlebih saat ini baik organisasi dari skala kecil hingga besar semakin mengarah ke hal digital. Kecepatan membawa manfaat untuk mendapatkan manfaat lebih.

Jika dulunya sebuah sistem dihandle oleh banyak orang. Mulai dari fungsi order, inventory, pembaruan, dan kognitif dalam satu sistem. Namun, kini sudah ada pergeseran ke arah pemecahan menjadi lebih kecil atau micro services.

Beragam Layanan Red Hat dalam Membantu Para Developer

Red Hat hadir untuk membantu developer dan perusahaan dalam pengembangan aplikasi dengan teknologi yang lebih baru. Salah satunya melalui OpenShift Platform, dianalogikan seperti platform Kubernetes yang dikembangkan oleh Red Hat sendiri. 

Red Hat mengemas layanan open source dengan standar produk yang bisa berjalan sesuai standar enteprise. Bank Buku 4 sudah menggunakan Red Hat sebagai enterprise software provider. Selain stabil, tetapi juga didukung produk Red Hat lainnya.



Red Hat hadir dengan Middle Ware Portfolio: Application Runtime, interaction, dan proses otomatisasi yang dapat membatu para developer untuk mengembangkan aplikasi di atas platform OpenShift. 

OpenShift punya solusi dalam memperkecil gap, sehingga lebih mudah dalam pengembangan aplikasi dengan Kubernetes.  Selain itu Redhat menyediakan layanan yang terintegrasi dengan layanan yang sudah ada, seperti PHP. OpenShift juga memiliki banyak teknoligi yang berjalan sebagai Cloud Native Application.

Para developer bisa bekerjasama dalam application services, service mesh, dan enterprise Kubernest yang terintergrasi. Sehingga juga ada hal yang bisa lambat, bisa dengan lebih mudah diperbaiki. Selain itu juga dengan platform OpenShift memiliki tampilan dalam satu dashboard yang user friendly dan mudah digunakan. Sehingga bisa mengehemat banyak waktu.

Pengenalan OpenShift oleh Red Hat melalui KubeNativeDev Tech Talk Series

Red Hat punya inisiatif untuk para developer agar bisa mengenal dan melihat solus yang ditawarkan. Sehingga dapat membuat Cloud Native Application, aplikasi yang bisa berjalan di cloud dengan cepat (berpindah-pindah) dan canggih. Redhat menghadirkan webinar, KubeNativeDev Tech Talk Series yang bisa disaksikan melalui link berikut https://red.ht/3fVsIA6



Ada empat on demand webinar yang bisa ditonton tentang.

1. Perkenalan Kubernetes Native Application sesuai Best Practice

2. Penggunaan OpenShift untuk Pengguna Java Spring yang bisa dibangun dengan Kubenetes Application

3. Cara Memecah menjadi Micro Services yang Stabil yang berjalan di atas Kubenetes

4. Keamanan Data dan Pengguna dengan Solusi OpenShift

Melalui KubeNativeDev Tech Talk Series para developer bisa menjadi awal perkenalan dan berdiskusi tentang cara implementasi OpenShift. Red Hat menyediakan Developer Sand Box untuk mencoba OpenShift. Bisa diakses melalui https://developers.redhat.com/



Tersedia tutorial yang membantu, termasuk juga bagi developer aplikasi yang menggunakan Java. Ada panduan step by step bisa dengan mudah diikuti, sehingga lebih lebih memahami dan mengetahui aplikasi yang berjalan di Kubernetes.


Jumat, 13 Agustus 2021

Lebih Fokus Bekerja Selama WFH, Berkat Bijak Konsumsi Kafein

Sudah sekitar 1,5 tahun keadaan mengharuskan, sebagian orang untuk bekerja dari rumah. Memang tidak bisa dipungkiri keadaan yang kurang ideal untuk bekerja. Namun, itulah pilihan yang paling aman untuk saat ini. 

Ya, saya merasakan bahwa kini tidak ada batasan yang jelas tentang jam kerja. Suasana rumah, mungkin terkadang kurang mendukung. Namun, memang pilihan bekerja dari rumah tetap hari dijalani. Saya berusaha mencari cara agar tetap bisa tampil dengan penuh energi, sehingga dapat tetap fokus dalam bekerja. Saya mencari tahu, hingga akhirnya mengonsumsi kafein. Asalkan dikonsumsi dengan bijak dan secukupnya, ada manfaat kafein bagi kesehatan tubuh.



Berdasarkan caffeineinformer, minuman berenergi pada umumnya mengandung kafein sebanyak 80 mg per 250 mg. Batasan mengonsumsi kafein setiap harinya, tidak lebih dari 400 mg. Sedangkan untuk ibu hamil, American Pregnancy Association menyarankan tidak mengonsumsi kafein lebih dari 200 mg per hari.

Mungkin kafein cukup dekat kaitannya dengan kopi. Namun, ternyata kafein bisa didapatkan dari konsumsi minuman lainnya, seperti minuman suplemen kesehatan. Saya menemukan kandungan kafein pada minuman berenergi seperti Kratingdaeng Redbull. Saya mencari tahu lebih lanjut, beberapa manfaat kandunyan kafein yang ada di dalam minum minuman berenergi pada website Klikdokter.

1. Membantu Meningkatkan Energi

2. Meningkatkan Fungsi Otak dan Daya Ingat

3. Membantu Menurunkan Berat Badan

4. Meningkatkan Performa saat Berolahraga

5. Mengatasi Sakit Kepala

6. Menurunkan Risiko Penyakit Alzheimer

7. Memperbaiki Suasana Hati dan Mencegah Depresi

8. Menurunkan Risiko Kanker

9. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung dan Diabetes Tipe 2

10. Melindungi Organ Hati

Mungkin seringkali timbul kecemasan tentang konsumsi kafein. Namun, jika dikonsumsi dengan bijak dan jumlah secukupnya. Segala sesuatu yang berlebihan, tentunya memang tidaklah baik. Saya sudah mencoba konsumsi minuman berenergi Kratingdaeng Red Bull. Saya biasanya mengomsimnya dalam keadaan dingin. Bisa dimasukan ke dalam kulkas, sehingga lebih nikmat dan menyegarkan

Konsumsi Kratingdaeng Red Bull dengan bijak dan secukupnya. Membuat saya dapat lebih fokus karena punya energi lebih. Namun, tidak boleh berlebihan. Maksimal hanya tiga kali sehari untuk konsumsi Kratingdaeng Red Bull.

Produk Kratingdaeng Red Bull mudah untuk didapatkan. Tersedia di minimarket, supermarket, dan Official Store pada beberapa e-Commerce: Tokopedia, Blibli, Lazada, dan Shopee. Sering ada promosi menarik, saya kebetulan membelinya pada salah satu minimarket. Jika ingin tahu lebih lanjut tentang Kratingdaeng, bisa berkunjung ke website Kratingdaeng

Kesimpulan: Konsumi kafein mempunyai manfaat baik bagi kesehatan. Tidak hanya terkandung pada kopi. Namun, konsumsi suplemen kesehatan seperti minuman berenergi Kratingdaeng dapat menjadi pilihan. Sehingga dapat bekerja dengan penuh energi dan fokus.