Selasa, 13 Oktober 2020

Kisah dibalik Proses Seleksi Finalis 11th SATU Indonesia Awards 2020

Masa depan bangsa ditentukan oleh anak-anak muda yang semangat dan berkontribusi positif kepada masyarakat yang ada di sekitarnya, melalui program yang mereka lakukan. Sejalan dengan Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2020 yang merupakan program apresiasi kepada anak muda Indonesia dengan program inspiratif dan membawa manfaat pada lingkungan dan masyarakat sekitar.

Ada lima bidang dalam SATU Indonesia Awards 2020, yaitu: kesehatan, pendidikan, lingkungan, kewirausahaan, dan teknologi. Proses pendaftaran sudah dibuka sejak awal Maret 2020 dengan beberapa juri sebagai berikut:

1. Prof. Emil Salim, Dosen Ilmu Lingkungan Pasca Sarjana Universitas Indonesia

2. Prof. Nila Moeloek, Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

3. Prof. Fasli Jalal, Rektor Universitas YARSI & Guru Besar Universitas Negeri Jakarta

4. Ir. Tri Mumpuni, Pendiri Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA)

5. Onno W. Purbo Ph.D, Pakar Teknologi Informasi

6. Toriq Hadad, Presiden Direktur PT Tempo Inti Media Tbk

7. Riza Deliansyah, Chief of Corporate Affairs Astra

8. Boy Kelana Soebroto, Head of Corporate Communications Astra

9. Dian Sastrowardoyo, Pegiat Seni

10. Billy Boen, Pendiri Young On Top

Pada Selasa, 6 Oktober 2020 berlangsung  Press Conference 11th SATU Indonesia Awards 2020 secara virtual. Beberapa juri menjelaskan proses pencarian finalis dan adanya kategori baru. 

Bu Tri Mumpuni, Pendiri Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) menjelaskan  kriteria finalis SATU Indonesia Awards 2020 adalah konsisten, mampu bertahan baik dengan/tanpa adanya dukungan, menjawab persoalan sosial, dan memberikan kontribusi terhadap masalah nasional, bahkan internasional, serta programnya memiliki nilai orisinalitas.



Pak Billy Boen, Pendiri Young On Top menjelaskan kriteria finalis yang memiluki kredibilitas yang baik. Selain itu program yang dilakukan harus sustain, lalu seberapa kuat mental saat tidak mendapatkan dukungan, dan konsisten dalam memberikan sumbangsih.


Pak Riza Deliansyah, Chief of Corporate Affairs Astra berkata melalui SATU Indonesia Awards 2020, diharapkan masyarakat dapat semakin mengehui kontribusi dan dampak lebih besar program dari para finalis. Astra bekerjasama dengan berbagai pihak dengan untuk program lanjutan, yaitu Kampung Berseri Astra. 



SATU Indonesia Awards awalnya hanya diikuti 120 peserta, hingga tahun ini mencapai 10.036, atau naik 15,9%. Tujuan SATU Indonesia Awards untuk menemukan "mutiara" Indonesia. Namun, adanya pandemi membuat pencarian dilakukan secara online. Pada SATU Indonesia Awards 2020 ada tambahan kategori khusus, yaitu: Pejuang Tanpa Pamrih di Masa Pandemi COVID-19

Astra dibantu oleh IDN Times, Tempo, dan Kumparan untuk memudahkan juga dalam penilaian oleh para dewan juri. Para peserta setidaknya sudah melalukan kegiatannya selama dua tahun dengan usia maksimal 35 tahun, dan belum menerima penghargaan. Hingga akhirnya juri menerima 100 peserta yang sudah memenuhi kriteria.

Kemudian proses seleksi dari 100 peserta menjadi 60 peserta tidah mudah, ada kriteria motivasi peserta yang jelas dan tanpa pamrih. Selain itu harus memiliki kemampuan menulis yang baik, jago berbicara, dan jago di lapangan. Hal itu divalidasi oleh tim Astra dengan kunjungan lapangan, sehingga akhirnya terpilih 24 besar finalis yang dikirim kemudian dikirimkan tim untuk melakukan dokumentasi video.

Kontribusi yang diberikan anak-anak muda finalis diharapkan semakin terekspos dan diketahui masyarakat. Inpirasi anak-anak muda diharapkan membuat anak muda lain terinspirasi, sehingga semakin banyak yang melakukan sesuatu, tidak hanya bermimpi.

Pada SATU Indonesia Awards 2020 sudah mulai menggunakan Artificial Intelligence (AI), kemudian diverifikasi secara manual. Hal ini yang menjadi hal baru, selain tantangan menemukan para peserta anak muda inspiratif secara virtual. Penggunaan AI akan digunakan selanjutnya untuk memudahkan proses seleksi peserta.

Setelah melalui lima bulan masa penjaringan anak muda yang telah berkontribusi untuk bangsa, dewan juri telah menetapkan 23 peserta finalis yang dapat melanjutkan proses penjaringan tahap akhir untuk menentukan sosok penerima apresiasi 11th SATU Indonesia Awards 2020.

Inilah 23 Finalis SATU Indonesia Awards 2020:

Finalis di bidang kesehatan:

1. Pencegah Stunting di Pedalaman Papua Barat, Johan A. Rahman dari Sorong, Papua Barat

2. Pengedukasi Hak Kesehatan Seksual Anak, Mariana Yunita Hendriyani Opat dari Kupang, Nusa Tenggara Timur

Finalis di bidang pendidikan:

3. Petualang Edukasi bagi Daerah Terpencil, Alfin Anwar dari Tolitoli, Sulawesi Tengah

4. Pendongeng Kreatif untuk Anak Maluku, Eklin Amtor de Fertes dari Ambon, Maluku

Finalis di bidang lingkungan

5. Penggagas Kelompok Santri Tani Milenial, Rizki Hamdani dari Jombang, Jawa Timur

6. Penjaga Laut dari Desa Batu Putih, Umar Dani dari Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat

Finalis di bidang kewirausahaan:

7. Penjahit Asa Perempuan Dari Kota Padang, Elsa Maharani dari Padang, Sumatra Barat

8. Penyejahtera Petani Kopi Desa Mulyorejo, Samsul Hadi Saputra dari Jember, Jawa Timur

Finalis di bidang teknologi:

9. Pelacak Ikan Berbasis Navigasi, I Gede Merta Yoga Pratama dari Gianyar, Bali

10. Penggagas goUNBK, Sahabat Ujian Siswa, Maman Sulaeman dari Pekalongan, Jawa Tengah

Serta finalis dari kategori kelompok:

11. Penyambung Listrik Daerah Membutuhkan, Irvan Hermala dari DKI Jakarta

12. Pendamping Petani Berbasis Teknologi, Muhammad Aria Yusuf dari DKI Jakarta

Pada tahun ini, Astra menambahkan kategori khusus untuk mengapresiasi para pejuang tanpa pamrih di masa pandemi COVID-19.

Pada kategori khusus ini terdapat 11 finalis, yaitu:

1. Pendeteksi Risiko COVID-19 Lewat Aplikasi EndCorona, Arya Ananda Indrajaya Lukmana dari Cilegon, Banten.

2. Distributor Pangan bagi Kaum Membutuhkan, Dedhy Bharoto Trunoyudho, Surabaya, Jawa Timur.

3. Perangkul Guru Majukan Kualitas Pembelajaran, Galih Suci Pratama dari Semarang, Jawa Tengah.

4. Sang Garda Terdepan COVID-19, Ika Dewi Maharani dari Surabaya, Jawa Timur.

5. Penggagas Telemedicine #Say-doc, Imam Syaifulloh dari Cilacap, Jawa Tengah.

6. Penata Panggung Tanggap COVID-19, Muhammad Zidny Kafa dari Bantul, DI Yogyakarta

7. Sahabat Ibu Rumah Tangga Dari Kota Makassar, Muthmainnah Bahri dari Makassar, Sulawesi Selatan

8. Penggagas The Cube Virtual Space, Rega Oktaviana dari Bandung, Jawa Barat.

9. Penggandeng UMKM Kuliner Yogyakarta, Revo Suladasha dari Yogyakarta, DI Yogyakarta

10. Pemerhati Anak Berkebutuhan Khusus, Yuli Yanika dari Medan, Sumatra Utara

11. Pemberdaya UMKM Lokal Lewat Zakat, Zulrifan Noor dari Tabalong, Kalimantan Selatan

Masyarakat dapat turut memberikan dukungan kepada satu finalis favorit dari 23 finalis tersebut melalui voting online yang telah dimulai pada 5 Oktober hingga 11 Oktober 2020 melalui http://www.satu-indonesia.com/SIA2020vote.

Finalis favorit terpilih berhak mendapatkan hadiah sebesar Rp10 juta, sedangkan untuk penerima apresiasi 11th SATU Indonesia Awards 2020 tingkat nasional akan mendapat dana pembinaan Rp60 juta dan pembinaan kegiatan yang dapat dikolaborasikan dengan kontribusi sosial berkelanjutan Astra, yakni Kampung Berseri Astra dan Desa Sejahtera Astra. Ada pula penerima apresiasi 11th SATU Indonesia Awards 2020 tingkat provinsi.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pemberian apresiasi 11th SATU Indonesia 2020 akan dilaksanakan secara virtual melalui channel YouTube SATU Indonesia. Tidak hanya saat penyerahan apresiasi, pada proses pendaftaran, penjaringan, penjurian telah dilaksanakan juga secara virtual.

Sebagai bentuk komitmen Astra bersungguh-sungguh mencari anak-anak muda berprestasi yang tersebar di seluruh pelosok negeri, Astra berkolaborasi dengan mitra lintas bidang yang memiliki semangat sejalan dengan Astra untuk menggerakkan generasi muda Indonesia memajukan bangsa.

Untuk tahun ini, Astra kembali menggandeng Tempo, Antara, dan Kumparan sebagai mitra penjaringan para finalis. Serta pertama kalinya Astra bekerjasama dengan Young On Top dan IDN Times untuk menjaring lebih banyak anak muda yang berkontribusi positif. 


Rabu, 07 Oktober 2020

Kontribusi Sosial Astragraphia untuk Mendukung Industri Kreatif melalui Kelas ASIK

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi bagian penting dalam perekonomian Indonesia. Sekalipun dalam keterbatasan yang dihadapi, UMKM berusaha untuk terus tumbuh dan berkembang. Kontribusi dan perjuangan UMKM perlu mendapatkan dukungan, seperti dukungan yang dilalukan oleh PT Astra Graphia Tbk (Astragraphia) kepada UMKM, khususnya bagi pelaku industri kreatif melalui Kelas Astragraphia untuk Industri Kreatif di Yogyakarta (Kelas ASIK Jogja).

Astragraphia merupakan bagian dari lini bisnis informasi teknologi dari Astra International yang didirikan pada 1975. Kemudian pada tahun 1989 menjadi perusahaan publik, sahamnya dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia. Astragraphia fokus pada ruang lingkup bisnis Printing and Digital Services. 

Astragraphia memiliki portofolio bisnis Document Solution dengan mitra eksklusif Fuji Xerox, menghadirkan solusi end-to-end mulai dari kebutuhan cetak personal, perkantoran, Graphic Art hingga managed print services. Astragraphia menghadirkan solusi office services melalui PT Astragraphia Xprins Indonesia (AXI), dan digital service melalui entitas anak yaitu PT Astra Graphia Information Technology (AGIT).

Astragraphia menjalankan prinsip GCG (Good Corporate Governance), salah satunya  dukungan terhadap masyarakat dan mitra bisnis, dalam hal ini pelaku UMKM, industri kreatif. Astragraphia turut mendukung kontribusi sosial dari Astra Group, seperti Gerakan Semangat Kurangi Plastik. Selain itu ada program CSR Astragraphia melalui pemberdayaan UMKM, selama tahun 2020 Astragraphia sudah memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM melalui Kelas Astragraphia untuk mendukung Industri Kreatif. 



Pada masa pandemi ini, Astragraphia menyelenggarakan Kelas ASIK secara daring dan telah menjangkau lebih dari 270 UMKM yang bergerak di industri kreatif, yaitu kuliner, fesyen, dan kriya yang tersebar di Pulau Sumatera, Jawa, Bali, hingga Kalimantan dengan omzet 2 juta hingga 400 juta rupiah perbulannya. Selain itu, Astragraphia menggandeng total 10 pemain Graphic Art (print shop) yang juga merupakan UMKM untuk meningkatkan jumlah cetaknya dari pelaku UMKM peserta Kelas ASIK.

Program pelatihan berkelanjutan dilakukan secara online oleh karyawan Astragraphia, terkait teknologi digital printing, creative packing & labelling, teknologi informasi, dan pemasaran secara online. Astragraphia turut memfasilitasi UMKM dalam mempromosikan produk usaha secara gratis melalui kanal digital, yaitu OFiSKITA.

Pada Rabu, 30 September 2020 berlangsung Kelas Astragraphia untuk Industri Kreatif di Yogyakarta (Kelas ASIK Jogja) secara virtual. Ada 50 UMKM yang bergerak di Industri Kreatif khususnya di subsektor fesyen, kuliner, dan kriya, yang berada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pak King Iriawan Sutanto, Direktur Astragraphia mengatakan, “Astragraphia dengan fokus usaha di bidang printing and digital services, turut mendukung penuh bangkitnya industri kreatif selama masa pandemi dengan program pelatihan terkait teknologi pencetakan dan pembuatan kemasan/ label yang kreatif dan penyediaan fasilitas pemasaran produk UMKM. Dukungan Astragraphia diwujudkan melalui Kelas ASIK Jogja kepada para pelaku industri kreatif di Yogyakarta.”



Kemudian dilanjutkan pemaparan oleh pak Yohanes Puguh, Yogyarakrta Representative Astragraphia menjelaskan Teknologi Digital Printing yang dapat dimanfaatkan UMKM. Diawali dengan penjelasan definisi kemasan, jenis kemasan, trend ekonomi kreatif, dan pengaplikasian kemasan produk UMKM industri kreatif dengan print on demand. Print on demand cocok untuk pelaku UMKM industri kreatif yang dapat memberikan kemasan ekslusif kepada pembeli.



Lalu ada pemaparan dari pak Aditomo Priyo Prakoso, Business Application Designer menjelaskan materi creative packaging & labeling. Mulai dari manfaat merek & kemasan, pemilihan bahan yang tepat untuk menjaga kualitas produk, pemilihan warna pada logo dan kemasan yang dapat memberikan kesan yang baik, nilai tambah pada produk yang dijual.





Hal ini sesuai dengan apa dilakukan #Astragraphia melalui #KelasASIK, karena kualitas produk dan promosi UMKM Indonesia perlu didukung secara menyeluruh. Selain mengutamakan kualitas produk yang ditawarkan UMKM di pasar, tampilan produk baik berupa kemasan, label, maupun beragam materi promosi produk sangat menentukan peningkatan nilai jual dan omzet usaha. 


Jumat, 02 Oktober 2020

Tetap Sehat dan Produktif pada Masa Pandemi? Begini Caranya

Tanpa terasa saat ini sudah memasuki bulan Oktober, sudah beberapa bulan pandemi berlangsung dan mengubah cara kita hidup. Hal yang menjadi utama saat ini adalah kesehatan, ada berbagai upaya yang dapat kita lakukan untuk menjaga kesehatan. Namun, dalam keseharian kita harus tetap produktif bekerja. Langkah apa saja yang bisa kita lakukan agar tetap sehat dan produktif dalam berbagai aspek kesehatan? Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Menjaga Kesehatan Fisik

Menjaga kesehatan fisik menjadi bagian yang penting, sehingga kita bisa produktif dalam beraktivitas. Namun, selama berkegiatan di rumah saja kita perlu tetap terus aktif bergerak dengan rajin berolahraga secara teratur. Aktivitas olahraga bisa dilakukan di rumah saja dengan menyaksikan video yang ada pada YouTube. Jika merasa perlu bantuan, tak ada salahnya menggunakan jasa profesional seperti personal trainer.

Selain itu terapkan pola hidup bersih dan sehat. Dimulai dari konsumsi makanan bergizi seimbang, kurangi konsumsi gula, garam, dan lemak. Kemudian ada hal yang kadang terlupakan oleh kita, yaitu istirahat yang cukup minimal 8 jam. Masih ada waktu untuk bekerja esok hari, tak perlu memaksakan untuk menyelesaikan pekerjaan hingga larut malam. 

Hal yang tidak kalah penting pada masa pandemi, yaitu melakukan vaksin sebagai upaya untuk mencegah diri kita terkena penyakit menular. Manfaat dari vaksin akan memberikan perlindungan terhadap tubuh kita, sehingga dapat terhindar dari penyakit menular yang berbahaya.



Vaksin harus dilakukan secara berkala dan rutin, misalnya vaksin influenza harus diulang setiap tahun. Jika ingin mencari tempat untuk vaksin bandung, bisa dicari dan dilakukan dengan mudah saat ini melalui Halodoc. Saya bisa menemukan layanan vaksinansi dewasa di Kota Bandung. Halodoc bisa diakses melalui website dan aplikasi dengan berbagai layanan kesehatan yang lengkap.


2. Kesehatan Mental

Selain kesehatan fisik ada hal lain yang tak kalah penting, yaitu kesehatan mental. Memang rasanya bosan selama berkegiatan di rumah saja, tidak bisa bertemu dengan teman-teman sebebas dahulu. Namun, pada sisi lain kita bisa menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga. Sehingga dapat membangun hubungan yang semakin baik dengan anggota keluarga.

Selain itu ada berbagai film yang bisa ditonton dan game yang bisa dimainkan, sehingga dapat mengisi waktu dengan kegiatan yang menyenangkan. Tak lupa untuk menyediakan waktu untuk "me-time" dengan memiliki ruang pribadi di rumah. Sehingga kita bisa mempunya untuk mencoba hal baru dan melakukan hal kreatif selama di rumah.

Jika memang perlu bekerja dengan fokus dalam keadaan tenang. Komunikasikan dengan anggota keluarga dengan memberikan pemahaman, bahwa sedang bekerja. Kemudian sejenak berikan waktu untuk jeda dari rutinitas kegiatan harian, sejenak melupakan masalah yang dihadapi.

Sehingga kesehatan mental bisa lebih terjaga pada masa pandemi. Jika masih merasakan kebosanan dan stres, bisa coba berbincang dengan teman dekat secara virtual. Jika masih merasakan stres juga, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.

3. Kesehatan Keuangan

Aspek kesehatan yang perlu jadi perhatian juga adalah kesehatan keuangan. Jika kita masih berkesempatan untuk terus bekerja, tak ada salahnya untuk mempersiapkan lebih banyak dana darurat. Selain itu juga pertimbangkan memiliki asuransi kesehatan, jika belum memiliki. Perhatikan juga pengeluaran yang bisa dikurangi, sehingga dapat digunakan untuk fokus pada kebutuhan pokok saat ini.

Mengingat kita belum tahu masa pandemi hingga kapan berlangsung, berjaga-jaga mempersiapkan diri menjadi langkah yang tepat. Selain itu juga tak lupa menyiapkan budget untuk memeriksakan kesehatan dan menjalani vaksinasi, seperti yang disebut pada poin kesehatan fisik. Sehingga dapat terhindar dari penyakit.